Antara Dewi Pradewi, Keroncong, dan “Ulam Segara”

Video musik “Ulam Segara” Dewi Pradewi ft. Kr. Pesona Dewata

MENYANYI lagu keroncong bukan hal baru bagi Dewi Pradewi. Jauh sebelum tenar sebagai penyanyi lagu pop Bali, sejak SMP ia sudah terbentuk dan biasa membawakan keroncong di berbagai ajang kompetisi. Lalu mengapa ia mengatakan banyak hal yang istimewa saat merilis video musik untuk lagu keroncong “Ulam Segara”?

“Dari dulu saya ingin merekam lagu keroncong yang memang kuat karakter keroncongnya. Bukan lagu pop yang saya bawakan ke dalam versi keroncong. Saat mendengarkan Ulam Segara, menurut saya ya ini dia yang saya mau,” ujar Dewi kepada awak media dan sejumlah musisi serta penyanyi saat peluncuran video musik “Ulam Segara” di kediaman Cok Ace di Kawasan Sukawati, Gianyar, Selasa (28/5).

Hal berbeda lainnya, baru kali ini Dewi merekam lagu berirama keroncong dengan iringan musik secara live. Untuk itu ia didukung grup keroncong Pesona Dewata yang sudah lama berpengalaman bermain keroncon. Diakuinya memang tak mudah, karena selain kesulitan mengatur waktu di tengah kesibukan masing-masing personel untuk bisa hadir full band, tentu biaya juga harus diperhitungkan. Sekalipun menurutnya para musisi tidak terlalu mempersoalkan masalah honor, namun tetap ada penghargaan walau tak seberapa, paling tidak sekadar biaya transport saat latihan dan rekaman.

Dewi Pradewi

Lain dari itu,  Dewi mengaku terkesan saat mendengar “Ulam Segara”, terlebih setelah mendengar kisah di balik terciptanya lagu ini. Lagu ini memang bukan lagu baru, karena ciptaan Gus Man dan Ade “Denanda” ini sudah pernah muncul di album “Svami” yang dirilis sekira dua tahun lalu.

“Memang Svami membawakannya dalam irama pop, tapi nadanya keroncong banget. Keinginan saya untuk merekam lagu ini dengan iringan keroncong secara live mendapat dukungan penuh dari Sila dari Silahome Studio sebagai produser,” jelas Dewi Pradewi.

Pada bagian lain, Ade “Denanda” menceritakan, “Ulam Segara” diciptakan oleh Gus Man, sang adik, sebagai satu persembahan untuk almarhum ayah. Ada bagian dari lagu ini yang aslinya memang kerap disenandungkan oleh sang ayah, sehingga memberi kesan kuat bagi keluarga.

“Liriknya dibuat oleh Gus Man, saya membantu menghaluskan, sebelum direkam bersama Svami. Memang sedari awal saya merasa ada yang rasanya belum pas, apanya yang kurang. Setelah dinyanyikan ke dalam irama keroncong oleh Dewi Pradewi, saya merasa seperti inilah yang kami mau,” jelas Ade.

Satu keinginan Dewi Pradewi sejak lama — apalagi setelah merekam ulang lagu pop Bali “Jukut Plecing” ke dalam irama keroncong – adalah membuat generasi sekarang, remaja dan anak muda makin tahu dan bisa menyukai musik yang dulu kerap disebut sebagai musik orang tua yang tak banyak peminatnya.

Hal tersebut juga diakui Komang Sutarmaja, personel band Pesona Dewata yang berharap dengan upaya merilis lagu seperti “Ulam Segara”, musik keroncong tak hanya tetap lestari namun juga makin diminati publik. Terlebih saat ini musik keroncong sedang diusulkan kepada Unesco sebagai kekayaan tak benda bangsa Indonesia. (231)

Dewi Pradewi dan Kr. Pesona Dewata memainkan “Ulam Segara” secara live

About the author