Ada yang Beda dari “Baliku” Nyanyian Rani-Aristya

Aristya dan Rani Bagya

BALI tak pernah ada habis-habisnya dan selalu menarik untuk diangkat menjadi tema lagu. Ada yang sekadar mengangkat pesona pulau dewata, namun tak sedikit juga yang menyuarakan kekaguman dan kecintaan terhadap “taksu” Bali. Salah satunya lagu terbaru “Baliku” yang dibawakan dua penyanyi remaja, Rani Bagya dan Aristya.

Apa yang membedakan lagu ini dengan lagu tentang Bali lainnya yang sudah banyak beredar sebelumnya? Kepada awak media saat peluncuran video musik lagu ini di Batubulan, Sabtu (25/5), Ajik Nataswara yang menciptakan “Baliku” secara tegas mengatakan lagu ini bukan lagu religi, tetapi lebih tepatnya berbicara tentang taksu Bali.

“Inginnya lagu ini bisa menjadi semacam theme song yang dapat digunakan di berbagai kesempatan acara atau even seperti yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan atau lainnya. Jadi bukan sekadar lagu untuk mengejar popularitas, tetapi ada misi untuk terus menggemakan kecintaan dan rasa memiliki Bali,” ujarnya.

Lain dari itu, “Baliku” yang direkam di studio Harta Pro sedari awal dibuat dengan lirik lagu berbahasa Indonesia. Tujuannya jelas agar lebih banyak lagi yang dapat memahami isi lagu secara mudah dan lebih luas lagi, tidak hanya di Bali.

Komposer juga musisi yang merintis label Nataswara dengan debutan Jegeg Bulan “Cara Bebek” yang ikonik ini mengatakan lagu “Baliku” digarap dalam waktu singkat karena idenya muncul secara spontan. Bahkan beberapa lagu serupa juga telah selesai dikerjakan, hanya menunggu waktu untuk rilis.

Aristya dan Rani Bagya bersama pencipta “Baliku”, Ajik Nathaswara

Mengenai dua talenta yang dipercaya membawakan “Baliku”, Ajik Nataswara mengatakan Rani dan Aristya memiliki potensi yang bagus dan perlu didukung. Ia pun mencoba “menjaga” bakat kedua remaja ini dengan memilihkan lagu dengan tema yang sesuai juga jenis musik.

“Saya memang banyak menciptakan lagu pop Bali dengan irama koplo. Tapi saat ini tentu tidak cocok untuk Rani dan Aristya. Selain itu tema lagunya juga agar sesuai dengan umur mereka. Paling tidak dalam lima tahun ke depan jangan dulu deh ganti genre atau jenis lagu, agar terbentuk dulu karakternya,” demikian Ajik Nataswara.

Di sisi lain, Rani dan Aristya mengaku senang dipercaya membawakan lagu “Baliku” yang memiliki makna sangat mendalam. Meskipun sebelumnya mereka berdua sudah pernah rekaman lagu pop Bali, tentu agak berbeda kali ini karena membawakan lagu berbahasa Indonesia.

“Tapi tidak sulit juga, karena diarahkan langsung oleh penciptanya saat rekaman,” ujar Aristya ditimpali Rani Bagya.

Sebelumnya, Aristya Partami yang tak lain adik kandung penyanyi Lebri Partami sempat merilis lagu “Tri Kaya Parisuda” juga karya Nathaswara dua tahun silam. Sedangkan Rani Bagya pertama kali rekaman di album Bali Kumara Gen 8, tahun 2021 dengan membawakan lagu “Biang Sesuluh Tiang”. Setelah itu, ABG bernama lengkap I Gusti Ayu Satya Daniswara Bagya ini merilis single “Indonesia Abadi” dan lagu berbahasa Bali “Bianglala”. (231)

About the author