Ini Dia Akhir Penantian Panjang Galaxy

Galaxy

PUNYA karya bisa dikatakan menjadi impian semua grup musik atau band. Tak terkecuali Galaxy, grup band asal Tabanan yang terbentuk 2011. Namun mewujudkan impian tak selalu mudah. Setelah hampir 13 tahun terbentuk, baru di tahun ini Galaxy merilis album perdana. “Dumogi Sami Rahayu” menjadi akhir penantian panjang sekawanan penghobi musik ini.

Awal pekan lalu, Galaxy meluncurkan album perdana mereka dalam satu pementasan khusus di Kuta. Dek Soleh, sang vokalis sebagai pentolan Galaxy tak dapat menyembunyikan kelegaannya manakala karya orisinil mereka bisa diperkenalkan ke publik.

“Kami memang baru merilis video klip lagu Dumogi Sami Bagia. Namun yang kami rilis bukan single, tetapi album penuh. Ada 10 lagu di dalamnya dan dua bonus track. Kami mencoba memainkan musik alternatif namun tetap dengan basic rock,” jelas Dek Soleh.

Lagu-lagu yang dimainkan Galaxy mengangkat berbagai tema, sebagian besar memang masih seputar kisah asmara. Diawali dengan Dumogi Sami Rahayu, disusul Korban Cinta, Jodoh, Di Tangan Tuhan, Romansa Cinta, Ngantosang Keajaiban, Mejalan Maluan, Malam Ini Punyah, Boengoet Geboeh, Romansa Cinta, Hey Made, Isin Hati, dan Puputan Margarana.

Saat peluncuran, Galaxy tampil dengan formasi lengkap, Dek Soleh (vokal), Betok (gitar 1), Ngurah (gitar 2), Ode (bass), dan Dedek (drums). Galaxy terbentuk sekitar akhir 2011, bermula dari keikutsertaan dalam ajang festival band. Kebetulan saat itu Galaxy menjadi juara, sehingga besar semangat untuk melanjutkan nge-band.

“Saat itu kami tidak memiliki tim manajemen, dan seiring waktu berjalan personel mulai sibuk, akhirnya 2013 Galaxy tidak aktif. Namun saya pribadi masih manggung dengan band lain, hingga  akhir 2017 Galaxy kembali banglkit dan mulai menggarap materi album. Setelah sekian lama berproses, akhirnya kami bisa menggelar peluncuran minggu lalu,” demikian Soleh. (231)

Galaxy

About the author