Agustin dan Tri Puspa “Ngae Karma Luung”

Agustin dan Tri Puspa

JELANG hari raya Galungan dan Kuningan, dua wanita solois pop Bali, Agustin dan Tri Puspa merilis satu lagu berjudul “Ngae Karma Luung”. Ini kali pertamanya mereka berdua merekam lagu duet, sebelumnya hanya berduet saat pentas. Momentum perilisan lagu awal pekan ini dirasa sangat tepat, salah satunya karena pesan moral yang tersurat di dalamnya.

Agustin menuturkan, awalnya ia sempat ditawari rekaman oleh Yan Tawan untuk mengisi kanal Youtubenya. Ada beberapa lagu yang disodorkan, dan Agustin memilih “Surat Undangan”. Malah lagu “Ngae Karma Luung” disimpan dulu.

“Jujur pertama kali menengar lagu ini saya merinding ketika menyimak liriknya. Ketika itu saya langsung berpikir, kayaknya lagu bagus kalau dinyanyikan duet. Cuma bingung mau duet sama siapa,” ujar Agustin.

Sebagai pencipta lagu, Yan Tawan kemudian menawari Agustin untuk duet bersama Tri Puspa yang sebelumnya kerap membawakan karyanya. Gayung bersambut, ternyata Agustin juga mengidolakan Tri Puspa dan suka lagu-lagunya.

Tak menunggu lama, Agustin dan Tri Puspa yang dihubungi terpisah sepakat untuk menentukan waktu rekaman. Tanpa latihan khusus, dan penentuan bagian lirik lagu dilakukan langsung setelah berada di studio rekaman.  Jadilah semuanya mengalir begitu saja.

Dikatakan, “Ngae Karma Ane Luung” sebelumnya sudah sempat direkam oleh tiga penyanyi pria. Namun setelah berjalan, justru ketiganya mundur dan mengatakan tidak berani membawakan lagu tersebut, karena merasa liriknya yang “berat”.

“Mungkin lagu ini memang harus berjodoh sama saya dan Tri Puspa, sebagai lagu duet pertama kali kami berdua. Untungnya tidak menemukan kendala apapun, karena dari segi vokal kami berdua seimbang,” tambah Agustin.

Lain dari itu, Agustin menyukai lagunya kali ini karena mengandung banyak pesan moral, pesan sosial. Menurutnya, ini mengingatkan kita sebagai manusia mahluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Apa pun keadaannya tetap harus selalu ingat kepada Sang Pencipta.

Hal senada diungkapkan Tri Puspa yang mengaku lagu bertema sosial kali ini memang agak berbeda. “Pesannya, dalam hidup ini kita harus ngae karma ane lung. Apapun yang kita punya saat ini tidak akan kita bawa sampai mati. Tapi kalau berbuat baik pasti akan dikenang saat kita mati,” ujar Tri Puspa.

Penembang “Spanduk Tanpa Tali” ini mengaku saat pertama kali dihubungi Yan Tawan untuk menyanyikan “Ngae Karma Luung”, ia langsung ia mengiyakan. Terlebih ketika tahu siapa yang akan diajak berduet.

“Saya sangat bangga bisa duet dengan salah satu penyanyi yang punya suara khas seperti Agustin,” komentarnya. (231)

About the author