Dipandang Rendah, Desak Ina Jengah

Desak Ina

BANYAK alasan orang untuk menyanyi dan kemudian menjadi seorang penyanyi rekaman. Begitu juga dengan Desak Ina yang mulai dikenal di belantika musik pop Bali. Jika kebanyakan menyanyi karena ingin menjadi seorang bintang atau selebriti, Desak Ina justru ingin menjadikan kiprah juga lagu-lagunya untuk memotivasi orang lain.

Ya, penyanyi bernama lengkap Desak Nyoman Astina ini memutuskan untuk rekaman saat ia ingin berkeluh kesah mengenai pengalaman masa lalunya yang sulit. Masa-masa penuh kenangan pahit ketika dipandang remeh dan sering dihina. Namun justru itu yang membuatnya bangkit terus berusaha hingga akhirnya bisa mandiri bahkan menjadi seorang wirausahawan

Kisah nyata itulah yang Desak Ina tuangkan ke dalam lagu “Sing Nyerah” yang lumayan sukses dalam waktu 2 bulan sudah mencapai lebih dari 269 ribu viewer. Menyusul lagu kedua “Semangat Sayang” yang dirilis pekan ini. Kedua lagu ini sama-sama diciptakan oleh Dewa mayura yang mencoba menuangkan ‘curhatan’ Desak Ina ke dalam lirik-lirik lagu.

“Setelah mendengarkan ceritanya, tidak butuh waktu lama, mungkin sekitar dua jam sudah jadi lagunya. Namun demikian kekuatan lirik dan musik juga pembawaan Desak Ina yang menghayati lagu nyanyiannya membuat kedua lagu ini mudah menyentuh pendengarnya,” jelas Dewa Mayura.

Meskipun dua lagu yang sudah dirilis berdasarkan kisah nyatanya, Desak Ina mengelak kalau dikatakan nanti seluruh lagunya akan bercerita tentang kisah pengalaman pribadi. Karenanya untuk lagu ketiga yang akan dirilis waktu dekat, sepenuhnya ia serahkan kepada sang pencipta untuk membuatkan lagu

Penyanyi asal Singaraja ini mengaku suka seni dan menyanyi sejak kecil namun tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk rekaman. Namun demikian ia masih ingat betul pesan sang ayah yang berharap kelak Desa Ina bisa sukses menjadi seorang penari atau penyanyi.

“Sayangnya Ajik tidak sempat menyaksikan apa yang sudah saya capai, karena sudah meninggal tahun yang lalu,” ujarnya terharu

Desak Ina dalam video musik “Semangat Sayang”

Desak Ina menuturkan bagaimana sedari kecil keluarganya kerap menerima cemoohan bahkan ia sendiri seringkali dikatakan tidak akan bisa sukses. Apalagi kemudian ia hanya mengenyam bangku pendidikan sampai sekolah dasar. Namun demikian cemoohan itu justru membuatnya jengah. Sejak remaja mulai merantau ke Denpasar ia tidak segan atau malu mulai mencoba berjualan di emperan toko, hingga secara perlahan mulai bisa mandiri bahkan kini didukung sang suami, ia punya usaha katering dan membuka rumah makan ayam geprek di Denpasar. (231)

About the author