D’Ariek Setahun Menunggu “Nyolong Semara”

D’Ariek (kedua dari kanan) bersama tiga personel band pendukung

SETAHUN menyiapkan rekaman baru, akhirnya D’Ariek melepas lagu “Nyolong Semara” bertepatan dengan hari Saraswati, Sabtu (20/5).  “Untuk penggarapan karya ini mulai dari proses penciptaan lagu sampai kelar mixing memerlukan waktu kurang lebih setahun, karena kesibukan masing-masing personel,” ujarnya.

Meskipun menyanyi solo, untuk merampungkan rekaman, D’Ariek berusaha maksimal dengan iringan band. Karena itulah ia sabar menunggu kesiapan personel band pendukungnya seperti Widi (bass),  Yogi (gitar), Dewa Andy (keyboard), dan Kum” (drum).

Lagu “Nyolong Semara” menceritakan pengkhianatan cinta yang dilakukan seorang istri. Sebetulnya sang suami telah mengetahui kelakuan istrinya seperti apa, tetapi masih berupaya untuk tetap sabar dan pura-pura tidak tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi, hingga akhirnya kesabaran suami habis juga.

 “Ya, ini kan sudah menyangkut harga diri seorang laki-laki. Hanya masih bimbang dan ragu juga apakah hubungan mereka ke depannya akan di teruskan atau cukup sampai di situ? Apakah semua ini merupakan karma masa lalu sang suami yang harus dibayar dikehidupan sekarang ini?” papar D’Ariek.

Untuk lagu “Nyolong Semara”, D’Ariek didukung Wideyoku yang mengerjakan aransemen musik, dan Devandy HR yang mengerjakan mixing hingga mastering. Video musik yang digarap di Gentleman Garage, Sidakarya, ditangani Pandarel .

Rekaman terbaru D’Ariek ini menyusul sederet lagu seperti “Cinta Gila”, “Whatever”, “De To Sangetange”, “tresna Matimpal”, “Kusadari”, “Tanpamu”, “Magedi”, “Masa Lalu”, hingga “Gelebugin Bulan”.

Musisi bernama lengkap I Made Arisandhi ini mulai bermusik pada tahun 1999 dengan membentuk band yang membawakan lagu-lagu rock klasik hingga heavy metal dari band kenamaan seperti Deep Purple, Iron Maiden, Helloween, dan sebagainya. Di tahun 1999 mereka sempat menjadi juara favorit festival rock se-Jawa dan Bali yang digelar oleh Diamond Mountain.

Setahun kemudian, pria kelahiran 1981 ini mencoba untuk bermain di pub-pub di seputaran Legian dan Kuta. Ia pun mulai mempelajari dan lebih banyak lagi aliran musik. Hingga saat memutuskan berkarya di lagu pop Bali sejak dua tahun lalu, staf pada Program Studi Pascasarjana Fakultas Kedokteran Unud ini masih memainkan beragam musik. (231)

D’Ariek “Nyolong Semara”

About the author