Dua Lagu Baru, DiUbud Gaet Lebri Partami

DiUbud bersama Lebri Partami

DUA tahun berlalu sejak rilis mini album menandai kiprah kembali di belantika musik pop Bali, akhirnya di paruh awal 2021 ini DiUbud Band mempersembahkan karya baru lagi untuk penggemarnya. Menariknya, untuk dua lagu baru, “Emosi” dan “Alkohol Bicara”, DiUbud menggaet penyanyi pop Bali, Lebri Partami.

Kedua lagu ini berikut video musiknya akan dirilis secara resmi berbarengan dalam satu acara di Pubas Coffee, Ubud, Sabtu (10/4). Selain terkesan lebih fresh, ada beberapa hal yang benar-benar berbeda. Kali ini Diibud bekerjasama dengan biduanita Lebri Partami. Begitupun dua lagu baru DiUbud tak hanya menampilkan dua konsep musik berbeda. Jika lagu “Emosi” menggunakan lirik berbahasa Indonesia seutuhnya, lagu “Alkohol Bicara” menggunakan perpaduan bahasa Bali dan bahasa Indonesia.

Krisna Purpa atau biasa dipanggil Tu Krisna, pentolan DiUbud menjelaskan ada banyak hal menarik dari proses lahirnya kedua karya terbaru mereka ini. Untuk lagu “Emosi” penggarapannya terbilang lama lebih karena bagaimana menemukan paduan suara yang yang pas dan saling mendukung antara Krisna dan Lebri Partami. Gegara mencari titik temu ini pula konsep dan nada lagu sempat dirombak beberapa kali.

“Mungkin ada sekitar empat bulan berkutat hanya untuk mendapatkan paduan yang pas, agar vokal Lebri tidak ketinggian, atau malah vokal saya yang ketinggian,” jelasnya kepada awak media di Ubud, Kamis (8/4).

Untuk penggarapan music, Tu Krisna memberi kepercayaan dan kebebasan kepada Agung Gepeng yang memainkan gitar dan Tu De yang memainkan drum untuk mengisi sesuai kreativitas mereka. Menariknya, ada satu pesan khusus kepada Gung Gepeng, bagaimana ia dapat menghasilkan nada sebagus dan sekuat atau setidaknya mendekati lagu “Gantung” yang menjadi salah satu karya kebanggaan DiUbud.

Menariknya, untuk lagu “Alkohol Bicara”, urusan menyanyi sepenuhnya diserahkan kepada Lebri Partami sedangkan di Ubud fokus mengisi musik saja. Mengenai lirik lagu lagu yang menggunakan bahasa campuran Bali dan Indonesia menurutku Tu Krisna tidak akan menimbulkan kebingungan dengan projeknya yang lain seperti KIS band. Bagaimanapun DiUbud tetap memiliki corak musik dan karakter permainan yang sudah sangat khas.

“Kalau di KIS, konsep musik nyaris sepenuhnya saya yang menentukan. Kalau DiUbud karena ini band, saya harus bertimbang dan memberi peran kepada masing-masing personel,” jelas Tu Krisna.

Dikatakan pula, personel DiUbud awalnya sempat penasaran juga karena ternyata ketika dua tahun lalu mereka muncul kembali, cukup banyak penggemar musik dari generasi belakangan atau generasi milenial kurang begitu tahu keberadaan grup ini, meskipun ada beberapa karyanya yang masih sering dinyanyikan. Karena itu DiUbud mempertimbangkan untuk menggaet penggemar lagu dari kalangan anak muda masa kini dengan menggandeng Lebri Partami.

Saat ini, DiUbud tampil dengan tiga personel saja, Tu Krisna (vokal, gitar), Gung Gepeng (gitar), dan Tude (drum). Untuk pementasan termasuk juga saat rekaman, mereka menggunakan additional musician untuk mengisi bass dan keyboard. DiUbud muncul pertana kali Januari 2005 dan langsung mencuri perhatian penikmat musil pop Bali lewat album pertama “Ubud Melancaran” yang menelorkan hits “Iluh Iluh”. Berikutnya mereka merilis album “Bali United”, “Broken Made”, dan “Monkey Republic”. Cukup lama berkarya, tahun 2010 grup ini vakum. Pada masa itulah Tu Krisna membuat solo project dengan nama KIS Band. Hingga akhirnya 2019 DiUbud bangkit kembali dan melepas mini album dengan tiga lagu baru termasuk hits “Aku Sing Nawang”. (231)

About the author