“Hujan Berkah” di Dua Pementasan Nyanyian Dharma

ND7

ADA yang menarik dari dua pementasan Nyanyian Dharma yang bertajuk “Doa Pertiwi, Nusantara Harmoni” di patirtan Jolotundo, desa Seloliman, Trawas, dan candi Brahu, desa Bejijong, Trowulan, Jawa Timur. Keduanya diwarnai dengan “hujan berkah”, setelah dan selama pertunjukan.

Penampilan Nyanyian Dharma rabu (19/3) siang di patirtan Jolotundo, berjalan dengan lancar, hingga memasuki lagu terakhir “Karma” saat Trie Utami dan Dewa Budjana beraksi di atas kolam, gerimis mulai turun. Tepat lagu berakhir, hujan turun cukup deras. Satu “berkah” yang tak terduga, yang kemudian dilanjutkan dengan kesempatan malukat di kolam situs yang dari sejarahnya merupakan salah satu peninggalan sejarah kerajaan sebelum Majapahit, warisan Prabu Udayana yang terletak di kaki gunung Penanggungan.

Kondisi sebaliknya terjadi saat Nyanyian Dharma tampil di candi Brahu yang terletak di desa Bejijong, Trowulan. Menjelang sore, hujan turun tiada henti, hingga membatalkan sesi check sound oleh para penyanyi. Malam hari sebelum acara dimulai, hujan sempat berhenti hingga pertunjukan dibuka dengan tari Bedoyo oleh seniman Trowulan, dilanjutkan dengan duet permainan seruling Gus Teja dengan Bang Saat. Kalau tim Nyanyian Dharma mengawali penampilan dengan lagu “Lotus”, cuaca masih bersahabat, hingga memasuki lagu kedua, mulai gerimis lagi.

Seperti biasa, hujan “berkah hujan” yang terus berlangsung tak menyurutkan semangat tim Nyanyian Dharma yang diperkuat Trie Utami, Ocha, Anggi, Agung Wirasutha, Gde Kurniawan, Wicaksana, Mang Gita berikut musisi Dewa Budjana, Denny Surya, Saat, Rico Mantara, dan Shadu Rasjidi. Tak hanya pengisi acara, penonton yang sudah antusias sejak awal, tak beranjak dari terpal alas tempat duduk walau sembari mengembangkan payung atau berusaha melindungi kepala sebisanya dari basah.

Menariknya, sebagian penonton juga “tahu” lagu-lagu seperti “Saraswati”, “Ampurayang”, “Caka”, hingga pamungkas “Tat Twam Asi” di mana seluruh pengisi dan pendukung acara bersama-sama menyanyi usai Trie Utami memimpin “doa perdamaian”. Nyanyian Dharma juga memperkenalkan satu lagu baru berjudul “Kidung Nusantara”, di mana tim Nyanyian Dharma berkolaborasi dengan sejumlah penari dari Trowulan.

Agung Bagus Mantra dari Pregina Enterprise sebagai koordinator acara menjelaskan, unsur kolaborasi untuk menghormati kekayaan keanekaragaman budaya nusantara memang tetap menjadi visi dan misi utama pementasan Nyanyian Dharma. “Ini sebagai salah satu langkah untuk mendalami jejak lelangit leluhur kita, paling tidak bisa menghormati, eling dan mengapresiasinya melalui seni dan doa keharmonisan,” paparnya sebelum pertunjukan

Penampilan Nyanyian Dharma di dua tempat di Jawa Timur kali ini sebagai rangkaian dari perjalanan sejak 2011 di Sungai Gangga India, yang berlanjut ke Candi Prambanan dan Gunung Bromo di tahun 2012, lalu Pura Gunung Salak serya Candi Cetho dan Candi Boko di tahun 2013. Dikatakan Gus Mantra, dipilihnya Patirtan Jolotundo dan Candi Brahu di Trowulan, karena tiap tempat atau situs membawa aura, energi dan sejarah serta  suasana yang mempertemukan dan menyejukkan untuk dapat mengingat kembali perjalanan para leluhur, diimbangi dengan lantunan lagu apresiasi seni serta doa yang dilantunkan.

“Terlebih di tahun 2014 yang sedang dibaluti dengan suasana perpolitikan negeri dan bencana yang beruntun. semoga partisipasi kami untuk alam dan negeri lewat Nyanyian Dharma bisa menjadi setitik embun yang menyejukkan,” demikian Gus Mantra.

Sementara itu Dewa Budjana di akhir pertunjukan menyatakan merasa puas, karena komposisi penampilan kali ini yang dirasakan paling pas. “Dari awal pertunjukan sampai terakhir, repertoar-nya lurus, tidak meledak-ledak. Masing-masing personel juga makin bisa mengontrol ego dan semuanya tampil pas sekali. Karenanya kami memutuskan tidak memasukkan lagu Om Swastiastu yang nge-beat, agar komposisinya terjaga,” ujar Budjana. *adn

ND2

Nyanyian Dharma tampil sekaligus rekaman untuk tayangan televisi di Patirtan Jolotundo, Trawas, Jawa Timur, Rabu (19/3)

ND3

Sebagian pendukung Nyanyian Dharma : Bang Saat, Budjana, Agung Wirasutha dan Gde Kurniawan, tampil di Patirtan Jolotundo, Trawas, Jawa Timur, Rabu (19/3).

ND4

Gus Teja memperkuat penampilan Nyanyian Dharma di Patirtan Jolotundo, Trawas, Jawa Timur, Rabu (19/3).

ND5

“Kidung Nusantara” dari Nyanyian Dharma berkolaborasi dengan penari dari Trowulan, saat tampil di Candi Brahu, Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (20/3) malam