Leeyonk Sinatra Berbagi Kebahagiaan Lewat Lagu

Lee 1

Tiga personel Leeyonk Sinatra, dari kiri ke kanan : Jiggo, Yudi, dan Leeyonk

HIDUP ini memang penuh liku-liku, banyak godaan dan cobaan. Namun kita tak boleh menyerah dan putus asa. Hidup bisa dihadapi dengan berbahagia, karena sesungguhnya bahagia itu sederhana. Begitulah “pesan” yang kini dikumandangkan tiga sekawan, Yudi Dharmawan (vokal), Leeyonk (gitar/vokal), dan Jiggo Palawara (keyboard), yang tergabung dalam grup musik bernama Leeyonk Sinatra. Belum lama, band yang memainkan lagu berbahasa Indonesia dan Bali ini merilis album rekaman dalam format CD audio yang diberi judul “Bahagia Itu Sederhana”.

Album yang untuk sementara ini hanya tersedia di Castro Coffe Shop, Denpasar ini memuat lagu “Inget kamu”, “Tolong Kabarin”, “Mampu Mengerti”, “Bahagia itu Sederhana”, “Tetep Makenyem”, dan “Hilang”. Keseluruhan lagu diciptakan Leeyonk dan dibantu Jiggo sebagai pengarah musik. “Dengan album ini kami ingin berbagi dengan semua melalui lewat nada dan harmoni sederhana. Keinginan kami juga sederhana saja, tak perlu terkenal, yang penting bisa dikenang lewat karya. Salam bahagia itu sederhana,” ujar Leeyonk kepada mybalimusic.com di Denpasar, Sabtu (8/3).

Sejatinya, kiprah Leeyonk Sinatra sudah dimulai sejak 2003. Ketika itu Leeyonk yang bernama asli I Putu Indra Pratama bersama Kejot (drum) dan Alit Budiarta (bass) membentuk band dengan nama Leeyonk Ajak Telu yang memainkan musik punk rock berbahasa Bali.karena kesibukan masing-masing personel, grup ini resmi membubarkan diri di tahun 2007. Sebelumnya mengisi kekosongan, Leeyonk sempat mencoba bersolo karier dengan membuat single pertama “Tari Sing Pedidi” mulai menggunakan nama Leeyonk Sinatra. Nama ini dipilih tak lepas dari kekaguman Leeyonk terhadap sosok penyanyi legendaris dunia, Frank Sinatra. Bahkan nama Sinatra juga disematkan Leeyonk untuk nama putranya.

Hingga 2009 Leeyonk dibantu rekannya Bagiok membuat project lagu berbahasa Bali dengan campuran bahasa Indonesia dan Inggris, di bawah label Ba ‘n Ba Studio. Cukup lama project ini dirintis hingga 2013 Leeyonk yang merintis usaha coffee shop bertemu seorang rekan, Yudi Dharmawan. Berawal dari obrolan ringan, Leeyonk mengajak Yudi yang saat itu sudah mempunyai band bernama Wangsa untuk bergabung sebagai vokalis Leeyonk Sinatra. Sedangkan pertemuan dengan Jiggo yang menjadi pentolan grup musik etnik Palawara berawal dari undangan untuk mengisi satu acara teater.

“Akhirnya saya memberanikan diri untuk merekam semua lagu lagu ciptaan saya di studio Palawara. Dari sini pula karater bermusik Leeyonk Sinatra mulai terbentuk.dengan konsep musik akustik ringan dan sederhana. Kami menonjolkan permainan keyboard dan piano sebagai harmoni dan melodi, berbeda dengan konsep musik sebelumnnya,” tutur Leeyonk sembari mennyebutkan, di album “Bahagia Itu Sederhana” inilah Leeyonk Sinatra seakan menemukan jati diri sekaligus pendewasaan dalam bermusik. *adn

lee2

Salam “bahagia itu sederhana” dari Jiggo, Leeyonk, dan Yudi