Ketika Reggae Masuk Kampus

reggae5

Joni Agung & Double T tampil dalam gelaran Balu Reggae Movement, minggu (23/2) malam

ACARA musik di kampus, itu sudah biasa. Musik pop, rock apalagi metal meramaikan kampus, sudah sering. Tapi kalau musik reggae masuk kampus, termasuk amat sangat jarang. Ketika tiba saatnya reggae masuk kampus, jadilah suasana seperti gelaran Bali Reggae Movement di halaman parker kampus Universitas Udayana Jl. PB Sudirman, Denpasar, Minggu (23/2) malam.

Adalah Senat Mahasiswa Fakultas Teknik Unud yang punya gawean dengan nama Gelar Mahasiswa Ekstensi (GME). Acara yang sudah digelar belasan tahun ini selalu menampilkan warna berbeda tiap tahunnya. Kali ini, music rasta menjadi pilihan, dengan menggandeng Bali Reggae Movement. Nama ini sendiri tercetus setelah muncul ide untuk mengangkat kembali potensi musik reggae di Bali. Gelaran pertama mereka Januari silam di Antida Soundgarden. Kali ini, mereka boyongan ke kampus.

Alhasil sejumlah grup band reggae yang kerap “ngamen” di berbagai tempat hiburan di Kuta, Sanur, dan Denpasar, ikut unjuk aksi. Mulai dari grup Matan Ai, Freddy Marley, Cigarreggae, the Q-Up, Regalle, D’ Sunshine, hingga Ulu Roots, The Small Axe, Bingo Band, Bintang, dan puncaknya Joni Agung & Double T.

Acara yang berlangsung sekitar lima jam nonstop, tak hanya disaksikan mahasiswa dan civitas akademika lainnya. Sejumlah komunitas seperti klub Vespa, klub VW turut meramaikan acara. Ratusan penonton larut dalam lagu-lagu reggae milik masing-masing grup band, hingga lagu reggae populer semacam “I Shot The Sheriff”, “No Woman No cry” (Bob Marley), “Sweat A La La Long” (Inner Circle), dan “Don’t Turn Around” (Aswad). Jadilah, semalaman kampus Unud digoyang music rasta. *adn

reggae4

Bingo Band

reggae2

Freddy Marley

reggae3

Bintang Band