Tertantang Goyang Dangdut Bali

Shanty1

Shanty, tekuni lagu dangdut berbahasa Bali

MESKIPUN warna dangdut dalam ranah lagu pop berbahasa Bali sudah mulai muncul sejak lama, namun sangat jarang penyanyi Bali yang memilih warna ini. Di tengah langkanya penyanyi lagu dangdut berbahasa Bali, terselip satu nama, Shanty. Dengan mantap penyanyi belia ini menyatakan, untuk saat ini ia lebih cenderung membakan lagu dangdut.

“Selain menuntut adanya cengkok suara yang khas, dangdut juga lebih menantang. Terutama harus berani goyang saat manggung. Selain itu dangdut Bali untuk sekrang sedang digemari pula, sehingga lebih mudah untuk dapat job manggung. Alasannya, dengan musik dangdut suasana acara menjadi semakin meriah,” jelas dara yang punya nama lengkap Ni Kadek Shanty Dewi ini.

Shanty mengaku tertarik menyanyi karena memang sudah menjadi hobi sejak keci. Tak heran sedari bocah ia sudah bercita-cita menjadi penyanyi. Maka mulai SD ia sudah memberanikan diri ikut lomba atau mengisi acara. “Bagi saya menjadi penyanyi banyak pula manfaat positifnya. Selain bisa mendapat banyak teman, kenal dengan musisi dan penyanyi yang sudah senior, dan menambah pengalaman pastinya,” ujarnya.

Pengalaman menyanyi remaja yang masih duduk di semester terakhir di bangku SMA ini bermula dari ngayah di kampung halaman sendiri, desa Griana Kangin, Karangasem. Saat itulah ada event organizer yanbg tertarik kemudian mengajaknya pentas keliling. Saat itu, Shanty belum punya lagu sendiri. Hingga ia bertemu produser Ngah Apet, yang mengajaknya rekaman untuk pertama kali awal 2013. Shanty diduetkan dengan Gek Listia dengan nama Duo Manis untuk membawakan lagu “Cemburu”. Pindah manajemen, duo ini juga berganti nama menjadi Duo Lala. Sempat menggarap single “Ngalih Tunangan” karya AA Raka Sidan dengan penata musik Gung Dea, akhirnya Duo Lala bubar.

“Sedih memang, saya sempat metasa terpuruk karena harus bubar. Tapi terbuka jalan lain, saya bertemu penyanyi senior Gung Galih. Hingga kemudian saya diajak bergabung di album kompilasi Putra Dewangga 2, yang dirilis 17 Oktober 2013,” cerita Shanty.

Di album tersebut, Shanty menyanyikan lagu “Klingkang-klingkung” dan satu lagu duet berjudul “Sagak Sogok” bersama Gung Raisna. Gung Galih pula yang terus mendorong semangat Shanty, bahkan sudah pula dibuatkan single baru “Kornet (Korban Internet)”.

Selain menyanyi, Shanty juga sempat diajak mendukung sinetron “RASKIn” yang ditayangkan di Dewata TV, dan sinetron “Ada-ada Gen”. Di luar urusan menyanyi dan terus belajar akting, saat ini Shanty mengatakan masih tetap fokus dn menomorsatukan urusan sekolah. “Berkat dukungan guru dan teman-teman di SMAN 1 Selat pula, saya bisa semangat untuk terus belajar, belajar dan belajar. Ke depan selain menuntaskan pendidikan, harapan sih ada, kepingin banget menjadi penyanyi yang menasional. Semoga saja ada jalan hingga tercapai,” tandasnya. *adn