“Insecurities”, Intan Laksmi Bangkit dari Ketidaknyamanan

Intan Laksmi

HARU dan bangga, itulah yang dirasakan Intan Laksmi, saat merilis lagu terbaru berjudul “Insecurities”. Bukan hanya karena kiprahnya kali ini mendapat apresiasi dari banyak pihak, namun karena latar belakang dan proses pembuatan lagu ini memiliki kisah tersendiri.

Dalam penuturannya saat peluncuran lagu Jumat (9/12), penyanyi remaja ini mengatakan “Insecurities” adalah gambaran dirinya sendiri. Lagu ini terinspirasi dari pengalaman Intan Laksmi pribadi, di mana ia sempat merasa tidak nyaman atau insecure akan kekurangan yang ada pada dirinya. Pengalaman inilah yang ingin ia bagikan kepada pendengar khususnya remaja lain, sekaligus memotivasi.

“Senang rasanya bisa menghasilkan sebuah karya berdasarkan cerita pribadi saya, juga bisa memberi motivasi kepada orang-orang di luar sana untuk lebih mencintai diri sendiri. Sekaligus dan memberikan pemahaman bahwa insecure itu hal yang wajar dan setiap orang pasti pernah mengalaminya,” ujarnya.

Adalah duo kakak beradi, Aya dan Lala dari Maranda Productions yang berperan mewujudkan ide Intan untuk lagu terbarunya. Penuturan Intan ditangkap oleh Aya dan Lala yang kemudian menerjemahkannya ke dalam lirik bernas dan irama musik pop kekinian. “Kak Aya dan Lala mampu menerima dengan baik sekaligus mewujudkan apa yang Intan inginkan,” kesan Intan.

Kesan sama juga diungkapkan Aya dan Lala ketika “ditantang” menangani salah satu penyanyi yang menjadi salah satu asuhan Heny Janawati, seorang vocal expert. Menurut Lala, intinya lagu Insecurities menceritakan kisah nyata Intan yang sangat personal, tentang hubungannya dengan kata self love. Bagaimana di era digital seperti sekarang begitu sulit untuk mencintai diri sendiri saat sosial media membuat anak muda terdoktrin oleh standar kecantikan yang tidak realistis. sehingga susah untuk terima realita bahwa tidak ada manusia yang sempurna.

“Walaupun dalam lagu ini Maranda Productions menampilkan tentang sisi gelap sosial media dan cerita pribadi Intan yang telah melukainya, saya dan Aya tetap ingin membuat lagu dengan nuansa inspiratif dan indah. Kami rasa topik Ini sangat penting dibahas di era sekarang,” jelas Lala.

Untuk mendapatkan hasil terbaik, kabarnya Maranda Productions malah memproduksi lebih dari 3 versi Insecurities hingga mendapatkan versi terbaik untuk dirilis. Menurut Aya, ini sebagai salah satu contoh kalau Maranda Productions selalu ingin mengeluarkan karya yang berkualitas dan penuh hasil keringat mereka.

Penggarapan “Insecurities” berlangsung marathon, dimulai dari pemantapan vokal Intan yang dilatih secara intensif oleh dengan guru vokalnya, Heny Janawati. Proses rekaman dilakukan di studio Maranda Productions hingga kelar urusan mixing dan mastering. Manakala Aya sibuk menyelesaikan tahap akhir produksi “Insecurities”, Lala sudah memulai proses produksi video musik.

“Tak berbeda jauh dengan produksi lagu, kami tidak ingin membuat sesuatu yang gelap dan depressing walaupun karya ini memang menceritakan tentang Hal yang serius dan gelap. Bagaimana pesan dalam lagu bisa sampai, kami berupaya  menampilkan visual yang begitu ‘cantik’. Tapi semakin kita perhatikan detail dari setiap scene, semakin kita bisa mengerti pesan yang ingin disampaikan,” papar Lala.

Seperti karya sebelumnya, Maranda Productions bekerjasama dengan Matakarsa Visual. Lala Maranda dan Yudi Pranatha sebagai director dari music video Ini, di samping itu ada Alit Surya, Adi Artama dan juga Refly Hendrawan yang membuat konsep dari Lala menjadi hidup.

“Kami berharap dengan karya terbaru Ini, pendengar juga penonton akan mendapat experience yang inspiratif juga bisa ingat dengan pesan tidak ada manusia yang sempurna, tapi kita bisa belajar untuk mencintai diri sendiri dengan sempurna,” tandas Lala.

Kadek Intan Dwi Laksmiantari ini mulai merintis karier sebagai penyanyi sejak kanak-kanak. Ketertarikan remaja kelahiran 19 Februari 2008 terhadap musik berlanjut ke dunia rekaman. Intan sempat tergabung dalam Bali Kumara Generasi ke-4 “Nangun Sad Kertih Loka Bali” dengan satu lagu berjudul “Nguni Gelatik” (2018). Tahun 2019 lalu, ia melepas single ke-2 berjudul “Astungkara”. Setahun berikutnya, Intan mulai menjajal lagu pop berbahasa Indonesia dengan merilis “Meraih Mimpi” (2000), disusul “Saat Bersamamu (2021). Menutup 2022, putri pasangan I Made Sukalama dan Luh Putu Parmiadi ini mencoba hal baru lagi, menyanyikan lagu berhasa Inggris dengan merilis lagu “Insecurities “. (231)

Intan Laksmi

About the author