Maha Band Siap Ramaikan Musik Pop Bali

MahabandWALAU gaungnya sedang melemah, blantika lagu pop Bali masih produktif melahirkan nama-nama baru baik penyanyi solo maupun grup. Maha Band salah satunya. Bermula dari iseng-iseng main gitar di kantin sekolah, lalu mengisi acara sekolahan, akhirnya 12 Oktober 2011, Aris dan Rey mencetuskan nama Maha Band yang memilih jalur punk rock alternative berbahasa Bali.

Sempat beberapa kali ganti personel, hingga kini Maha Band didukung formasi Rey (gitar/vokal), Ariasa (gitar melodi), Oon (drum) dan Dek Adi (bass). “Kami ingin grup yang kami bentuk ini bisa dikenal dan music kami diterima secara luas khususmnya di Bali. Kami berpikir untuk makin serius di bidang music karena bagi kami musik  dapat membuat hiduo menjadi lebih nikmat. Bagaikan sayur tanpa garam, dapat dibayangkan kalau tak ada music di bumi ini,” papar Rey.

Di awal-awal penampilan grup ini di panggung, banyak pengalaman menarik dan berkesan yang dirasakan. Mulai dari tampil di panggung sementara tak ada penonton, atau dilempari botol, pasir dan batu saat tampil. Beberapa kali pula penampilan jadi berantakan gara-gara alat rusak, stelan gitar tidak benar, atau lainnya. “Setelah mendapatkan pengalaman itu kami merasa perlu didukung kru yang membantu mempersiapkan peralatan sebaik mungkin. Syukurlah setelah punya kru, kami bisa tampil lebih tenang,” jelas Rey.

Sebagai bentuk keseriusan dalam bermusik, Maha Band terus menggarap lagu sendiri untuk materi rekaman, seperti “Numpahang rindu”, “Ampurayang tiang”, “Bali Sshanti”, “Depang Monto Memusuh”, “Reunian”, “Selamat Jalan”, “BSS (bli seken sayang), dan “Jam 7”. Dengan rekaman album perdana yang tengah diproses, Maha Band siap untuk turut meramaikan blantika music Bali. *adn