Angka 13, Jeanie Berevolusi Jadi Jeanirock

Jeanie

Jeanirock, dari kiri ke kanan: Ptt (vokal), Ari (gitar), Ryan (bass), dan Metta (drum)

BAGI sebagian kalangan, angka 13 dianggap sebagai angka yang kurang baik, angka sial, angka keramat, dan sebagainya. Namun bagi Jeanie, grup band indie dari Bali, angka 13 justru menjadi momen penting. Bangkit kembali di usianya yang menginjak 13 tahun, Jeanie kini merasa makin percaya diri, makin kuat secara emosional. Menutup 2013, mereka pun berevolusi menjadi Jeanierock.

“Bentuk evolusinya, kami mencoba hadir dengan sound yang lebih megah, dengan ide-ide segar, termasuk mengaransemen sejumlah lagu baru. Semuanya kami tuangkan dalam album terbaru, self titled album, Jeanierock,” jelas Metta, drummer grup ini kepada mybalimusic.com.

Masih awet dengan formasi Pitt Rose (lead vocal), Ari Phoenix ( lead guitar ), Metta (drum), Ryan Kedeo (bass), grup ini juga masih mengusung rock sebagai genre-nya. Di album terbarunya yang sudah mulai dirilis di sejumlah distro di Bali dan Jawa Timur, Jeanirock menghadirkan sembilan lagu dengan andalan “I’m Falling In Love Again“.

“Melalui lagu ini kami ingin menuturkan kebahagiaan bagi personil Jeanirock yang telah dikaruniai anak, sebuah satu bentuk kebahagiaan yang tak ternilai,” tambah Metta.

Diakui pula, album “Jeanierock” menjadi momentum kebangkitan grup ini setelah sempat menghilang dari pesta-pesta musik indie rock di Bali, hanya untuk konsentrasi menyelesaikan produksi album rekaman terbaru. Konsentrasi yang tidak sia-sia karena hasilnya adalah album rock yang diluncurkan bertepatan saat Natal lalu.

Nama Jeanie mulai muncul dan diperkenalkan kepada penikmat musik indie di Bali tahun 2000. Di awal-awal pemunculannya, Jeanie condong ke musik rock era 80-an dan 90-an yang masih menonjolkan melodi gitar sebagai bagian dari konsep lagunya. Nama Jeania sendiri memiliki makna khusus bagi personelnya, karena diambil sebagai bentuk penghormatan kepada Ibunda dua personelnya, kakak beradik Pitt dan Metta. Sepanjang kiprah di musik indie Bali, Jeanie sudah menghasilkan setidaknya enam album rekaman, “Equalizer” (2001), “Reinkarnasi” (2003), “Prosperity Life” (2005), “Perfect Glory” (2007), “Numbers” (2010) dan yang paling gress “Jeanirock” (2013). Selain itu mereka juga sempat mengisi beberapa album kompilasi, termasuk  lagu “Hidup Hanya Sekali” yang ada di album “Titik Terang” (2001) produksi Harica Records Jakarta, dan “Bego Loe!” yang ada di album “Moshpit Maverick” (2007). *adn