“Little Symphony”, Balawan Munculkan Nuansa Musik Era 90-an

Balawan

BALAWAN punya karya baru lagi. Gitaris asal Batuan, Sukawati, Gianyar ini baru saja meluncurkan rekaman yang diberi judul “Little Symphony”. Jika mendengarkan lagu ini terasa nuansa ala musik di era 90-an, memang itulah yang ingin disampaikan Balawan.

“Idenya memunculkan lagi style lagu era 90-an. Lebih tepatnya, Little Symphony mencoba menggabungkan sound lagu romantisme 90 an, yang dibalut dengan sound kekinian dan sentuhan neo soul,” ujar Balawan kepada mybalimusic.com.

Dalam penggarapan rekaman terbarunya ini, Balawan didukung musisi Craig Walters (saksopon), Peter Kenny (piano), Bintang Indrianto (bass). Balawan sendiri selain menyanyi tentunya juga beermain gitar. Dikatakan, untuk piano dan saksopob direkam di AIM Studio, Sydney, sedangkan vokal dan gitar direkam di Teba studio Batuan and Silahome Studio.

Untuk mendukung pesan dalam lagu, Balawan membuat konsep video musik bercerita. Diceritakan, gegara  efek pandemi, seorang musisi akhirnya harus berhenti main musik dan banting  stir menjadi seorang fotografer prewed. Tak pernah disangka suatu ketika yang menjadi kliienya adalah mantan pacarnya 10 tahun lalu. Apa mau dikata, dan ternyata keduanya masih  menyimpan cinta yang mendalam walau masing masing sudah mempunyai kekasih yang baru.

“Untuk video musik saya coba mau nebeng Youtuber nomor 1 di Bali, Yudhist Adana dengan mengajaknya sebagai model video musik,” seloroh Balawan.

Selain Yudhist, video musik “Little Symphony” juga didukung model Estefania Orchid, Christia Permata, dan Widi Janar Dana.

“Little Symphony” menjadi lagu orisinil ketiga Balawan yang dirilis pada masa pandemi, setelah “Locdown Love” dan “Happy Birthday”. Menurutnya, memang masa pandemi adalah masa yang sangat susah buat para musisi yang sering manggung, sebaliknya merupakan masa yang tepat untuk musisi yang suka berkarya. (231)

About the author