Lebih Dewasa di Album “Perbedaan Itu Indah”

Joni 2

Joni Agung & Double T. (foto : Adnyana)

JONI Agung & Double T unjuk gigi lagi. Sejatinya, grup reggae berbahasa Bali ini memang tak pernah ada matinya. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka masih aktif manggung atau mengisi berbagai acara. Hanya untuk merilis rekaman lagi, baru kali ini bisa mereka penuhi. Bertepatan dengan momentum Sumpah Pemuda, 28 Oktober, Joni Agung & Double T meluncurkan album rekaman bertajuk “Perbedaan Itu Indah”.

Bagi Joni Agung sendiri, album yang dikemas dalam format CD audio ini punya kesan dan makna tersendiri. Hal utama yang membedakan album ini dengan karya mereka sebelumnya, baik aransemen musik maupun pemilihan tema-tema lagu yang dibawakan. “Intinya, di album ini kami mencoba tampil lebih dewasa. Selain itu kami juga merasa lebih lepas dalam berkarya,” ujar Joni Agung kepada mybalimusic.com, Selasa (29/10) kemarin.

Munculnya album ini setelah cukup lama berselang dari album terakhir “Pul Si Noge” (2007), menurut Joni Agung juga sebagai pembuktian kalau grup ini tetap konsen dalam berkarya, memainkan music reggae utamanya reggae berbahasa Bali.

“Memang kendalanya kalau grup seperti kami, grup ngamen yang tampil regular di kafe atau tempat hiburan, semangat untuk berkarya atau rekaman itu sering naik turun, atau benar-benar mengikuti mood. Namun karena memenuhi kebutuhan manajemen, agar selalu ada karya baru, dengan kata lain ada manajemen yang mendorong untuk terus berkarya,” demikian Joni Agung.

Tentunya dengan rekaman baru, juga sangat membantu Joni Agung & Double T dalam penampilannya agar selalu ada materi baru yang segar untuk ditampilkan. Di album baru yang digarap selama hampir delapan bulan, Joni Agung tak hanya memainkan lagu berbahasa Bali — seperti “De Saling Cacadin, Perbedaan itu Indah”, “Rasa Liang Kenehe Ngelah Tunangan Moglong”, medley lagu lama “ Luh Made Rai Koran” – juga ada lagu berbahasa Indonesia “Mentari Pagi” , serta lagu berbahasa Inggris, “Afro Bali” hasil kolaborasi dengan yang berkolaborasi dengan Afro Moses (musisi reggae dari Ghana).

Menurut Gus Mantra dari Pregina Production yang menangani album Joni Agung & Double T, tidak ada target yang digantung terlalu tinggi untuk peluncuran album ini. Hanya apa yang dipersembahkan adalah komposisi garapan yang dibuat dengan energi fokus maksimal di tengah kesibukan para personel dan segenap komponen yang terlibat dalam album ini. “Menghargai dan mengapresiasi seluruh komunitas apapun bentuknya dalam mendistribusikan dan berbagi lewat album ini,” jelas Gus Mantra.

Ditambahkan, walaupun para pencinta reggae kerap mengikuti berbagai event yg menampilkan Joni Agung & double T, namun mereka tetap merindukan media CD sebagai pelengkap kecintaan mereka akan produksi asli anak negeri. Karena itulah pihaknya semangat menggarap album “Perbedaan Itu Indah”.

Hingga saat ini, formasi Joni Agung & Double T masih didukung Joni Agung (vojal), D’Alit (gitar), Tilem (bass), Rah Mayun (keyboard), dan Rody (drum). Grup yang sehari-hari mengisi panggung hiburan di seputaran Kuta, Sanur, dan Ubud ini resmi dibentuk 2002, dan merilis album pertama “Pocol” (2003). Disusul “Melalung” (2005) dan “Pul Si Noge” (2007). Grup ini juga beberapa kali turut mengisi ajang besar reggae seperti Indonesia Reggae movement di Jakarta tahun silam bersama Band reggae lawas Big Mountain, serta mengikuti berbagai ajang festival. *231