13.C.A.P. Mainkan Musik Raprock Berbahasa Bali

13.B.A.C., dari kiri ke kanan: Tebho, Cetu, Mank Ptrx, dan Made Bayak

MADE Bayak, pelukis yang juga seorang musisi punya karya baru. Bersama sejumlah rekan, mengusung nama 13.C.A.P. atau Bayak Conspiracy Art Project, ia baru saja melepas lagu sekaligus video klip perdana berjudul “Bakti Sujati”. Musik rock yang sangar dengan lirik lagu berbahasa Bali dibawakan bergaya rap, jadilah apa yang disebut raprock.

“Genre musik yang kami usung pada dasarnya memang nya adalah musik rock. Saya bermain gitar dan effect, Tebho mengatur rangkaian alur bass yang akan selalu bekerja sama dengan Cetu untuk memproduksi groove, beat drum dan penjaga tempo. Semuanya ditingkahi vokal Mank Ptrx yang  lebih dominan bermain rima pada lirik, diamplifikasi melalui teknik rapping,” ujar Bayak.

“Bakti Sujati” yang keselurhan liriknya menggunakan Bahasa Bali, bercerita tentang kebersamaan, persudaraan dan bagaimana bakti (cinta) itu diwujudkan dalam berbagai hal. Tiap orang sebagai individu dan sebagai mahluk sosial bisa mewujudkan bakti sesuai dengan keyakinan masing-masing tanpa harus berbenturan satu dengan lainnya.

“Bahkan wujud bakti itu bisa disampaikan melalui sikap kritis terhadap berbagai hal yang ujungnya adalah untuk kemajuan bersama, meninggalkan nilai-nilai usang yang kurang relevan dengan jaman dan membangun nilai-nilai baru untuk masa depan,” jelas Bayak.

Video Musik “Bakti Sujati” digarap sebagai bentuk “konspirasi” dengan Dek Unggit, pemilik warung Pan Tantri di Sanur, yang berkisah mengenai wujud baktinya terhadap dunia seni, sekaipun ia sendiri bukanlah seorang seniman. Latar belakang suting video musik ini juga “berkonspirasi” dengan menggunakan tembok halaman yayasan Manik Bumi yang bergerak di bidang lingkungan khususnya masalah sampah plastic.

Walau baru melepas single perdana bertepatan saat rahina Tilem lalu, 13.C.A.P. sudah mulai dinisiasi sejak 2015, sebagai kelanjutan dari nge-jamz dalam satu panggung musik saat pembukaan pameran seni rupa Bali. Mengingat saat itu masing-masing personel masih tergabung dengan band masing-masing, jadi belum terikir untuk komitmen bermain bersama.

Niat untuk serius bermain bersama dan merilis karya sendiri baru mucul di awal pandemi setahun lalu. Bermula dari saling berbalas komentar lewat media sosial, berlanjut tatap muka untuk membahas konsep, ide, gagasan dan nama band. Hingga keempat personel akhirnya berkomitmen memperkenalkan nama 13.C.A.P.

“Kami berencana mengerjakan dan mengeluarkan karya musik secara bertahap. Kami awali dengan satu lagu dulu, nanti setelah ada lima karya baru kami akan merilis mini album. Kalau ada kesempatan setelah tercapai 10 materi kami akan  merilisnya sebagai album penuh,” demikian Bayak. (231)

13.C.A.P.

About the author