“Dalam Luka”, Heartbeat Serenade Ajak Jangan Terpuruk

Heartbeat Serenade

HEARTBEAT Serenade merilis video musik dari rekaman perdana mereka yang diberi judul “Dalam Luka”. Lagu ini ditulis atas dasar pengalaman pribadi yang dipercaya pasti juga pernah dialami oleh khalayak umum, sesuai dengan visi dari grup ini. Lewat lagu ini pula, mereka mengajak siapa pun yang punya masalah pribadi jangan sampai terpuruk.

“Kami ingin selalu menyuarakan dan menjadi inspirasi dari setiap individu dengan permasalahan pribadi sehari-hari yang terkadang dianggap sepele dan acuh tak acuh, padahal permasalahan pribadi seperti ini yang menjadi akar dari banyak sekali kasus bunuh diri dan depresi berkelanjutan,” jelas Carlos Singal, vokalis sekaligus bassist Heartbeat Serenade.

Pemikiran ini sesuai dengan misi dari Heartbeat Serenade dalam kampanye Anti-Bullying dan Suicide Prevention. Lewat lagu “Dalam Luka”, mereka tentang pahitnya penyesalan dari seseorang yang telah terlambat  untuk mengungkapkan rasa cintanya kepada orang yang paling ia cintai sedalam-dalamnya dan akhirnya depresi lalu menyesal seumur hidupnya.

Lewat lagu ini pula Heartbeat Serenade menyuarakan kepada seluruh pendengarnya untuk tidak ragu, pun jangan pernah takut menyatakan perasaan kepada siapapun. Waktu tidak dapat diputar dan kesempatan kedua belum tentu akan datang kembali.  Disajikan dengan ambience gloomy khas Heartbeat Serenade, lagu ini menjadi perkenalan sekaligus pembuka bagi sebelum dilanjutkan dengan rekaman berikutnya..

Heartbeat Serenade yang berbasis di Bali, dibentuk 2014 dengan personel yang hampir semuanya berbeda latar belakang. Digawangi oleh Carlos Singal yang menempuh pendidikan di kampus yang sama dengan Ary Parama, Panji “Panda” Kelakan yang merupakan sahabat dari Carlos sejak lama dan Havid “Jalal” Nazzar yang merupakan kenalan dari salah satu teman musisi Carlos.

Keempat personel Heartbeat Serenade bisa dibilang mempunya energi yang berbeda, seperti Carlos yang berlatar basic musisi Emo yang sempat tergabung dalam band Metalcore juga, Panda yang merupakan gitaris sekaligus keyboardist ballads yang mencintai music Blues, Ary yang juga merupakan pentolan gitaris dari band Hardrock yang sudah malang melintang di dunia musik Bali, dan Jalal yang merupakan drummer dengan darah punk rock kental yang mengalir dalam nadinya.

Meskipun latarnya berbeda, Heartbeat Serenade berhasil memadukan keragaman mereka ke dalam karya rock alternative dengan ambience dark dan gloomy yang kemudian menjadi ciri khas Heartbeat Serenade. Soal karya musik, mereka banyak berkaca dari band era 2000’s seperti My Chemical Romance, Saosin, Paramore, Thirty Seconds To Mars yang dibalut dengan sentuhan ambience Orchestral dan Elektronik modern. (231)

Heartbeat Serenade

About the author