“Sing Ade Ape”, Curhat di Masa Pandemi

Endrock

KELUH kesah masyarakat di masa pandemi ini tiada putus memberi inspirasi bagi musisi untuk menjadikannya sebagai tema karya. Lewat lagu, segala unek-unek diungkapkan. Terbaru, grup band rock berbahasa Bali, Endrock melepas single berjudul “Sing Ade Ape”.

“Lagu ini memang merupakan wujud curhat orang-orang di masa pandemi. Kira rasakan semua sektor terkena dampaknya, sehingga masyarakat harus berjuang ekstra untuk bertahan hidup. Baik bertahan dari serangan virus mematikan itu ataupun bertahan hidup dari segi ekonomi,” jelas Dirock, vokalis juga pemain gitar Endrock.

Bagi Dirock, masih bisa berkarya di tengah masa sulit seperti sekarang ini sudah sangat disyukuri. Selain melanjutkan eksistensi di musik, setidaknya juga memunculkan perasaan dan semangat kebersamaan.

“Ya mudah-mudahan lagu ini bisa mewakili atau sebagai representasi perasaan masyarakat secara global di masa pandemi ini,” harapnya.

Meskipun tidak terlalu jor-joran dalam berkarya, grup musik asal Nusa Dua ini bisa dikatakan konsisten untuk merilis setidaknya satu karya rekaman tiap tahun. Diawali dengan “Waliang Bali” (2019), “Acepang Rerama” (2020), dan terbaru “Sing Ade Ape” (2021). Untuk rekaman terakhir, formasi Endrock adalahPutu Dirock (gitar ritem, vokal), Golem (bass, vokal latar), Kadek KJ (gitar melodi), dan Mahendra Putra (drum).

Awalnya saat muncul di belantika musik Bali tahun 2010, grup ini menggunakan nama Fourdays. Meskipun sudah memiliki sejumlah lagu, namun grup ini belum pernah merekam dan merilis karya mereka ke publik. Setelah pergantian personel, 2015 Fourdays berubah menjadi Endrock. Grup yang menyebut diri sebagai pengusung musik rock alternative ini merilis single pertama “Waliang Bali” di tahun 2019. barulah , bahkan hingga Agus memutuskan mundur dari band di tahun 2015. Hingga rekaman terbaru, “Sing Ade Ape”, hanya Putu Dirock yang tersisa dari personel awal Fourdays. (231)

About the author