Menikmati Aksi Kotak Seutuhnya

kotak1

Penampilan Kotak di Hard Rock Cafe, Kuta, Senin (28/10). Foto : Anggara Mahendra

DARI sekian banyak grup band di Indonesia, ada beberapa yang memang “masuk ke dalam hati” dan saya suka. Salah satunya, Kotak. Bukan semata karena saya suka lagu-lagunya sejak album pertama di tahun 2005 seperti “Hilang”, “Terbang”, hingga “Tendangan dari Langit” juga lagu “Jet Lag” yang berkolaborasi dengan Simple Plan. Lebih dari itu, secara musikalitas dan aksi panggung, Kotak memang pantas diacungi jempol.

Bagi saya pribadi, menikmati aksi Kotak pada panggung besar di lapangan besar mengasyikkan. Namun lebih mengasyikkan lagi, menikmati seutuhnya aksi Tantri, Chua dan Cella saat tampil indoor di panggung kecil. Selain nuansa keakraban antara artis dan penggemar yang lebih terasa, justru di tempat seperti inilah penonton bisa fokus menikmati pertunjukan sekaligus “ujian” bagi Kotak, bagaimana menaklukkan audiens dan membuat mereka larut sebagai satu bagian tak terpisahkan dari sebuah pertunjukan.

Hal itu pula yang terjadi ketika menyaksikan Kotak tampil di Hard Rock Café, Kuta, Senin (28/10) malam. Ini menjadi penampilan istimewa bagi Kotak karena berbeda dengan pentas yang sudah-sudah, kali ini Kotak manggung untuk amal, untuk gerakan pengumpulan dana membantu anak-anak warga kurang mampu yang kelaparan atau kekurangan gizi. Bertajuk “Imagine, There’s No Hunger”, sebagian hasil penjualan tiket dan penjualan merchandise memang akan disumbangkan kepada warga yang membutuhkan, melalui gerakan sosial Sole Men.

Paham betul bahwa yang hadir adalah mereka yang rela merogoh kocek cukup tinggi untuk tiket masuk, juga sebagian besar pastinya penggemar setia Kotak, Tantri dan kawan-kawan sengaja membuat suasana konser menjadi benar-benar santai dan penuh keakraban. Tak hanya berulang kali mengajak penonton menyanyi bersama, Tantri dan Chua juga berusaha untuk berkomunikasi sedekat dan seakrab mungkin dengan penonton.

Pun, selama sekitar 1,5 jam, panggung tak dibiarkan berlalu dengan jeda. Belasan lagu hits Kotak termasuk potongan lagu “Sweet Child O Mine” (Gun’s N Roses), hingga “Enter Sandman” (Metallica) juga “Imagine” (John Lennon) sebagai lagu tema acara amal digeber. Pilihan lagu yang rancak dan bertempo cepat, pun “Pelan-pelan Saja” dan “Masih Cinta” yang tetap menantang kekuatan vokal “dilahap” Tantri dengan aman. Sedari awal hingga pertunjukan ditutup dengan “Beraksi” – seolah sudah menjadi lagu penutup “wajib” — stamina Tantri tetap stabil. Pun penampilan Chua dan Cella yang masih tetap terjaga.

Sangat wajar kiranya jika Kotak disebut sebagai salah satu penampil terbaik di ranah musik Indonesia saat ini. Selain memperhatikan musikalitas, aksi panggung, juga cara mereka memperlakukan dan “memanjakan” penggemar, layak menjadi catatan tersendiri.

Kotak secara resmi dibentuk 27 September 2004 melalui acara The Dream Band. Sempat beberapa kali ganti formasi, hingga kini Kotak solid dengan formasi Tantri (vocal), Chua (bass), Cella (gitar). Untuk penampilannya, grup ini mengajak additional player. Selain menggondol sejumlah penghargaan, grup ini sudah menghasilkan album “Kotak” (2005), “Kotak Kedua” (2008), “Energi” (2010), “Energi: Tendangan dari Langit” (2011), dan “Terbaik” (2012) yang memuat lagu “Jet Lag” yang berkolaborasi dengan grup pop punk dari Kanada, Simple Plan. *Adnyana