Filosofi Kopi di Lagu ke-2 The Jing’s

The Jing’s

GRUP band The Jing’s unjuk karya lagi. Kelompok yang memainkan lagu reggae dengan lirik berbahasa Bali ini baru saja merilis single ke-2 mereka, “Don’t Worry Be Ngopi”. Lewat filosofi kopi dalam lagu ini mereka mengajak siapa saja untuk tetap semangat dan bergembira meski kondisi pandemi masih membatasi ruang gerak dalam berbagai hal.

Untuk karyanya ini, The Jing’s masih didukung musisi Gung Mayun, pemain keyboard Joni Agung & Double T yang menciptakan lagu. Ceritanya tentang kegundahan seorang pemuda yang sudah lama tidak bertemu dengan kawan-kawannya. Salah satunya karena kondisi pandemi juga yang membatasi untuk kumpul beramai-ramai.

“Di masa-masa seperti saat ini tentu sukup sulit mencari waktu dan kesempatan bertemu teman-teman. Hingga satu malam si pemuda merindukan masa-masa ketika sering berkumpul dengan teman-teman. Ia pun akhirnya menghabiskan malam dengan secangkir kopi, sembari meresapi kalau rasa pahit dan manis pada secangkir kopi ibarat kenangan baik dan buruk yang dulu dialami bersama teman-teman,” papar Gus Yoga, gitaris The Jing’s.

“Don’t Worry Be Ngopi” menjadi rekaman kedua The Jing’s yang dirilis ke publik setelah “Fly Away” bukan lalu. Bukan sekadar lalu merilis satu dua karya, grup ini juga sudah berencana menggarap satu album penuh yang diharapkan bisa dirilis akhir tahun ini.

“Sampai saat ini ada lima lagu yang sudah selesai direkam, termasuk Fly Away dan Don’t Worry Be Ngopi. Setelah ini kami akan melanjutkan perekaman lagu lainnya untuk mempersiapkan album pertama,” kata Gus Yoga.

The Jing’s terbilang nama baru, bahkan belum genap setahun dibentuk. Band ini dicetyskan Februari 2021, berawal dari keisengan beberapa personel untuk main bersama atau jamming. Kebetulan semua personel The Jing’s masih terbilang saudara satu griy atau rumah. Tak banyak ada kegiatan di masa pandemi, sebagian ada yang berkegiatan dari rumah, sembari mengisi waktu Gus Agung (gitar), Gus Dipa (vokal) dan Gus Ari (drum) kerap bermusik bersama.

Awal dibentuk, The Jing’s belum menentukan genre atau jenis musik yang dimainkan. Sekadar jam session saja bersama anggota keluarga lain yang bergiliran bernyanyi. Hingga setelah masuknya Gus Yoga yang bermain bass, akhirnya diputuskan untuk membentuk band beraliran reggae, karena personelnya dominan menyukai musik reggae. Formasi makin lengkap dengan bergabungnya Gus Adi (bass) dan Gek Ratih (keyboard). Gus Yoga yang awalnya mengisi bass beralih memainkan gitar melodi. Dalam perjalanannya, The Jing’s dibantu oleh Gung Mayun (Joni Agung & Double T) dan Edix Lubdaka (Soullast) sebagai mentor sekaligus senior dalam skena musik reggae.

Soal nama, menurut Gus Yoga muncul secara spontan dari nama tempat tinggal personel grup ini. Kata The Jing’s diambil dari nama gria Tegal Jinga. Sehingga The Jing’s bisa dikatakan berarti “milik Tegal Jinga”. (231)

The Jing’s

About the author