“Istirahat” Nostress Sempat Lama Tertunda

Man Angga dan Guna Warma “Nostress”

SITUASI pandemi yang belum mereda agaknya membawa hikmah positif bagi Nostress. Di tengah waktu panjang untuk istirahat dari kegiatan manggung, mereka punya kesempatan lebih banyak untuk membuat karya baru. Alhasil, album “Istirahat” yang sempat lama tertunda akhirnya dapat dirampungkan, dan dirilis akhir pekan lalu.

Istirahat sebagai tema album diambil dari single berjudul “Istirahat” yang dirilis 2019. Satu lagu yang digarap Nosstress sebagai apresiasi untuk Hari Raya Nyepi yang mampu mengistirahatkan pulau Bali setidaknya satu hari.

“Bagi yang sudah pernah mengalami Nyepi dan mengetahui bagaimana dampak alamnya, tentu juga membayangkan bagaimana jika yang istirahat bukan hanya Bali, tapi Indonesia, atau seluruh dunia. Kemudian pandemi melanda. Memaksa kita untuk istirahat. Kami menjadi sadar, lagu Istirahat mungkin bukan hanya sekadar suara dari kami. Mungkin ia adalah kehendak sederhana dari alam, yang tak henti kita injak, tanpa istirahat,” ujar Man Angga, salah satu personel Nostress.

Lewat album “Istirahat”, Nostress juga mencoba menangkap sisi lain dari pandemi yang menyusahkan banyak orang, dari mereka yang kehilangan mata pencaharian hingga kesusahan makan. Pola hidup nan cepat membuat banyak perubahan, mengikis rasa saling membutuhkan antar manusia dan alam. Kata Man Angga, pandemi bagai rem peringatan akan jalur yang menyimpang. Memberi waktu istirahat, ingat bahwa keluarga, kawan serta alam tercinta adalah kekayaan kita yang paling berharga.

“Begitu banyak realitas sosial terlupakan dari kehidupan yang serba cepat ini. Kebahagiaan sederhana seolah tergilas oleh peristiwa yang terjadi dengan cepat dan silih berganti. “Istirahat” mungkin dapat membantu kita melihat apa yang sesungguhnya penting bagi hidup. Membedakan dengan jelas antara keinginan dengan kebutuhan,” ujar personel Nostress lainnya, Guna Warma.

Album “Istirahat” yang sudah tersedia di berbagai gerai musik digital berisi 14 lagu, termasuk “Istirahat”. Menurut Guna Warma, setiap lagu mempunyai kisahnya sendiri, sama seperti album sebelumnya yang bersumber dari keseharian. Apa yang mereka lihat, alami dan rasakan. Karenanya, pendengar bvebas menginterpretasikan hingga menemukan makna setiap lagu di album ini.

“Cukup banyak lagu di album kami kali ini, dengan beragam kisah. Sepertinya bahasa kami tak sulit. Yang kami tulis adalah yang kami maksud. Harapan besar dari kami, silakan pendengar menyimak lagu kami, hingga dapat memaknai lagu ini dengan pemikiran masing-masing,” katanya.

Dalam album “Istirahat” ini, lantunan suara Cok Bagus masih terdengar di beberapa lagu. Cok Bagus sendiri memutuskan mengundurkan diri saat album ini tengah dikerjakan. Menurut Guna Warma, sebelum memutuskan untuk keluar, Cok sudah menyelesaikan bagiannya turut sumbang suara di beberapa lagu di album ini. Karenanya meskipun sudah keluar dari Nosstress, Cok tetap tercatat sebagai musisi pendukung untuk album “Istirahat”.

Untuk merampungkan album teranyar ini, Nostress didukung sejumlah musisi seperti Fendy Rizk yang hampir di semua lagu, juga Yuvensius Donny Hermawan yang mengisi saksopon dan suling. Nosstress juga berkolaborasi dengan seniman mural mendunia, Wild Drawing. Seniman kelahiran Nusa Penida, Klungkung dan kini menetap di Athena, Yunani ini menggarap rancang desain sampul album “Istirahat” dibantu musisi Yan Sanjaya sebagai perancang tata letak secara keseluruhan. Selain rilis secara digital, album “Istirahat” juga akan diedarkan secara fisik namun belum ditentukan waktunya. (*/231)

About the author