Mengapa Yan Wi Bilang “Buka Ngubuh Brerong”?

Yan Wi “Buka Ngubuh Brerong”

APA jadinya bila setelah sekian lama berumahtangga, seorang istri masih beprilaku seperti waktu masih muda, apa-apa permintaan harus dituruti, dan selalu mengikuti perkembangan jaman? Coba tanya kepada penyanyi lagu pop Bali, Yan Wi. Tingkah seorang istri yang seperti itu digambarkannya secara ringan dan kocak lewat lagu terbarunya yang berjudul “Buka Ngubuh Brerong”.

“Ya begitulah. Akan muncul masalah bila prilaku seorang istri tak berubah, masih membawa kebiasaan saat masih bajang (masa muda). Segala permintaan harus dipenuhi, bahkan mengarah ke pola gaya hidup mewah dengan alasan mengikuti perkembangan jaman. Tentu ini berat bagi sang suami apalagi ketika situasi ekonomi begitu lemah akibat pandemi seperti sekarang,” jelas Yan Wi.

Tema dalam lagu ini, menurut Yan Wi banyak terjadi di masyarakat. Jika ditimbang-timbang pihak lelaki atau sang suami juga salah, mengapa berpacaran dulu apapun yang diminta pasangannya selalu dituruti. Akhirnya sekarang jadi seperti memelihara brerong atau mahluk halus seperti tuyul. Dengan gampangnya memoroti suaminya, apa-apa harus terpenuhi.

“Bukan sang suami tak sayang dan tidak mau memenuhi permintaannya, tetapi karena situasi ekonomi masih lemah akibat pandemic, ya ditahan dulu deh kebutuhan-kebutuhan yang bisa ditunda atau yang tidak perlu,” kilah Yan Wi.

Lewat lagu “Buka Ngubuh Brerong” Yan Wi ingin menyampaikan pesan kalau situasi di masa muda tidak sama dengan situasi di saat sudah kawin. Siap berumah tangga, harus siap juga menghadapi permasalahan yang berbeda. Menjadi seorang istri harus siap mengubah gaya hidup di masa muda karena situasi ekonomi sulit.

Lagu terbaru yang dirilis akhir pekan ini dikemas ke dalam musik bernuansa genjek. Untuk karyanya ini, sekali lagi Yan Wi tak ragu menyerahkan penggarapan musik dan pembuatan video klip kepada Gede Manesa, yang tak lain putranya sendiri. Bahkan lagu “Buka Ngubuh Brerong” diproduksi di bahwa bendera Nesa Production.

“Saya percayakan sepenuhnya kepada Nesa, yang bisa dikatakan arranger termuda di Bali saat ini. Saat masih berumur 13,5 tahun ia sudah menghasilkan aransemen musik lagu Bali yang dapat dipertanggungjawabkan. Bahkan ia sudah menangani sejumlah karya penyanyi pop Bali lainnya,” demikian Yan Wi.

Penyanyi bernama lengkap Wayan Wiarsa, S.Pd. ini mulai terjun ke belantika musik pop Bali sejak akhir tahun 1990-an. Selain menyanyi dan sempat tergabung ke dalam grup Rareangon, pria kelahiran Tegallalang 45 tahun silam ini juga banyak menciptakan lagu untuk penyanyi lain. Karyanya yang melegenda seperti “Kanggoang Malu” yang dinyanyikan Bayu KW, “Sebet” nyanyian Yan Srikandi, dan “Bagus Makeplug” yang dinyanyikan Mang Senior. Yan Wi sendiri sempat popular dengan lagu seperti “Sepeda Grijug”. Hingga saat ini, di sela kesibukan sebagai guru, Yan Wi masih aktif menyanyi dan menciptakan lagu. (231)

About the author