Lagu Baru Rosa Ungkap “Ghosting” atau PPKM

Rosa Victoria

FENOMENA ghosting, istilah untuk orang yang suka menghilang sesuka hati, rupanya tak hanya menarik perhatian Rosa Victoria. Darinya pula, penyanyi lagu pop Bali asal Buleleng ini terinspirasi untuk mengungkapkan lewat lirik lagu sekaligus menyanyikannya. Dibantu Ngurah Parikesit sebagai pencipta, jadilah lagu berjudul “Manusa Ne Mekutang”.

“Lagu ini mengangkat kisah cinta yang tak berujung bahagia. Intinya tentang perilaku ghosting yang kerap mewarnai hubungan percintaan. Kalau sekarang di masyarakat lagi ramai tentang PPKM untuk meredakan pandemi Covid-19, ghosting dalam lagu ini dapat pula diartikan sebagai PPKM. Cuma beda kepanjangannya, yakni Pernah Pacaran Kemudian Menghilang,” jelas Rosa kepada mybalimusic.com.

Penyanyi yang termasuk alumnus Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja ini juga menyatakan, walau terlihat sebagai fenomena baru, perilaku ghosting sesungguhnya merupakan hal yang jamak terjadi di suatu hubungan percintaan. Ia pun mengutip satu penelitian terhadap 1.300 orang, hasilnya diterbitkan dalam Journal of Social and Personal Relationships pada tahun 2018. Bahwa sekitar seperempat dari responden pernah menjadi korban ghosting. Sedangkan seperlimanya mengatakan kalau mereka adalah pelaku ghosting.

“Ya ini tentu sangat menyakitkan jika pacar atau kekasih kita mengakhiri hubungan dengan tiba-tiba dan memutus semua komunikasi tanpa penjelasan apa pun. Apalagi jika kita sudah terlanjur menyerahkan semuanya. Perasaan para korban ghosting inilah yang saya coba ekspresikan ke dalam lagu,” jelas Rosa.

Ini rekaman kedua Rosa, setelah “Tresna is Happy” yang dirilis Februari lalu. Ia pun mengaku tak ada ambisi atau target khusus dari peluncuran single ini. Selain ingin memberikan hiburan kepada masyarakat di tengah situasi pandemi yang kurang bersahabat, ia hanya ingin menyuarakan perasaan para korban ghosting dan tidak menyerah karena keadaan ini. Walau demikian musik dan video klip lagu “Manusa Ne Mekutang” digarap secara serius. Proses rekaman dan tata musik diserahkan kepada Ketut Sila dari Silahome Studio. Video musik ditangani Rafly J. Flames dipublikasikan melalui kanal Youtube, Jumat (9/7) malam. Nantinya lagu ini juga dapat didengarkan di sejumlah platform musik digital.

Sebelum masuk ke belantika music pop Bali, Rosa cukup lama merantau di luar negeri. Pulang-pulang ia malah ingin rekaman dan menjadi penyanyi. Konon ini lantaran kecintaannya terhadap budaya Bali termasuk lagu pop Bali, mencapai puncaknya saat ia merantau, bekerja di Melbourne, negara bagian Victoria, Australia. Keinginannya disambut baik dan didukung oleh Ngurah Parikesit, sang suami yang kemudian menciptakan lagu untuknya. Di luar kecintaan pada musik pop Bali, Rosa juga seorang youtuber khusus sepak bola dan mempunyai kanal yang diberi nama Rosa Bola. Di masa pandemi ini, musik dan sepak bola menjadi dua hobi yang makin intens ia geluti. (231)

About the author