Libatkan Jasmine Okubo, Video Musik “Kenangan” Svami Digarap Khusus

Svami dan Jasmine Okubo di video musik “Kenangan”

GRUP musik Svami konsisten menuntaskan rilis video musik dari album perdana mereka secara beruntun tiap akhir bulan. Setelah “Hidup”, “Satus Tiban”, dan “Ulam Segara”, mereka melepas video musik ke-4 untuk lagu “Kenangan” awal pekan ini. Sesuai dengan tema lagu yang beragam, video musik “Kenangan” juga dibuat secara khusus.

Untuk lagu yang menampilkan musik pop dengan sentuhan unsur orkestra ini, Svami melibatkan seniman tari kontemporer juga koreografer berdarah Jepang, Jasmine Okubo sebagai model utama video. Menurut Ade, vokalis Svami, sedari awal dari perencanaan, penggarapan lagu hingga proses rekaman, ia dan kawan-kawan mencoba menampilkan aransemen musik yang berbeda dari lagu berbahasa Bali umumnya. Tema lagunya beranjak dari situasi satu perselisihan, dengan menekankan bahwa inti dari semua permasalahan adalah hati.

“Jika hati masih bisa memaafkan, maafkanlah setulusnya. Jika hati ingin berpisah , berpisahlah secara dewasa. Karena apapun yang terjadi akan selalu menjadi kenangan dalam perjalanan hidup,” jelas Ade.

Mengenai keterlibatan Jasmine Okubo yang menguatkan video musik, menurutnya berawal dari keinginan Svami untuk menerjemahkan lirik lagu ke dalam satu gerakan tari, sebagai sebuah karya tersendiri untuk Svam. Jadi tiap orang akan memiliki persepsi yang berbeda setelah melihat musik video “Kenangan”, dengan penilaian tersendiri juga.

Dengan referensi seorang teman dosen pengajar di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, muncullah nama Jasmine Okubo. Siapa sangka ide Svami mendapat mendapatkan respon sangat positif, bahkan Jasmine pula yang secara khusus membuat kerangka adegan untuk musik video “Kenangan”. Selain unsur kidung di awal dan akhir lagu, di dalamnya juga siselipkan unsur edukasi yakni tradisi nyurat lontar yang dilakukan sendiri oleh Jasmine Okubo. “Kami garap ini sebagai bentuk apresiasi dari Svami, turut menjaga kesenian Bali dalam tradisi dan modernisasi,” demikian Ade.

Svami terbentuk 10 Oktober 2020, berawal dari keinginan untuk tetap bisa berkarya di masa pandemi, bermula saat kumpul-kumpul selepas tampil dalam satu acara. Band ini didukung Denanda (Ade Wiwikananda) sebagai vokalis, YRS (Yudi Rama Saputra) bermain bass, Gusde (Baskara Wibawa) sebagai gitaris, Arik (Gede Arik Yudasmara) memainkan keyboard, dan Gusman (Gusman Adi Yudiana) menggebuk drum. Karena semua personel yang diajak sudah punya pengalaman bermusik dengan grup jauh sebelumnya, tak sulit untuk menggabungkan mereka.

Di tengah keterbatasan yang ada, Svami mencoba menuangkan kemampuan bermusik dengan sepenuh jiwa, hati, dan rasa. Hasilnya satu mini album berjudul “Hidup” yang dirilis Maret 2021 lalu. Harapan dan impian seluruh personel, mereka dapat meramaikan dan turut melestarikan musik pop Bali. Bahkan ada rencana dalam lima tahun ke depan, Svami secara rutin tiap tahunnya akan merilis mini album dengan komposisi sama, empat lagu dengan lirik dan satu instrumental. (231)

Jasmine Okubo di video musik “Kenangan” Svami

About the author