Rilis “Kacau”, PBK Penuh Semangat dan Inspirasi

Painful by Kisses

GRUP musik cadas dari Bali, Painful by Kisses atau sering disebut PBK, muncul lagi. Pekan lalu,  mereka merilis satu lagu baru berjudul “Kacau”. Cukup lama Febri dan kawan-kawan baru berkarya lagi, setelah empat tahun tanpa rekaman baru.

“Setelah empat tahun tanpa karya, kami seperti fully recharged, penuh semangat dan inspirasi. Makanya proses pembuatan lagu ini terbilang sangat singkat, tapi bukan berarti single terbaru ini kami garap seadanya,” ujar Febri, vokalis PBK saat dihubungi mybalimusic.com.

Dikatakan, niat kuat untuk segera merilis lagu “Kacau” berikut video musiknya karena memang ada kerinduan untuk merilis karya baru setelah cukup lama terpendam. Wajar kalau kemudian proses penggarapan mengalir begitu saja.

Lagu “Kacau” mengambil tema tentang perasaan tidak nyaman yang dirasakan oleh personel PBK mungkin juga oleh orang lain di sekitar mereka. Perasaan tidak nyaman terhadap situasi dunia secara global dan Indonesia secara khususnya terkait berbagai macam isu-isu yang menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat. Beragam isu mulai dari pandemi Covid-19, konflik-konflik di beberapa wilayah dan negara dan problematika lainnya yang setiap hari menghiasi lini masa sosial media dan media televisi.

“Lagu ini mewakili suara-suara bawah yang menyuarakan hentikan tindakan-tindakan atau

berita-berita yang menebar ketakutan berlebih terhadap situasi yang masyarakat kita alami saat ini, karena itu hanya akan menambah tingkat stres pada setiap individu, menambah beban mental dan akumulasi puncaknya adalah situasi kacau,” jelas Febri.

Proses penggarapan lagu “Kacau” kabarnya hanya perlu sejam, dengan sumbangan lirik oleh Ive Antara personel Hanamura, yang kemudian diubah dan ditambahkan di beberapa bagian oleh Febri. Begitu lagu jadi, sehari kemudian sudah masuk aransemen musik di studio yang juga hanya menghabiskan waktu sejam. Keesokan harinya barulah dilanjutkan proses recording seharu penuh dari take drum hingga vokal.

Untuk karya terbarunya ini, PBK tampil hanya berempat, Febri Iswara (vokal), Donnie Hendrawan (gitar), Agung Dharmayasa (gitar) dan Tribayu Usadha a.k.a Copz (drum, vokal). Karena masalah kesehatan, untuk sementara waktu posisi Donnie pada gitar diisi oleh additional player Rah Lanang,  begitu pula bass diisi additional player, Wilson.

“Semoga single terbaru ini dapat memberikan hiburan juga support moral atau mental untuk bertahan selama masa pandemi ini. Baik untuk khalayak umum maupun penggemar yang sudah menunggu lama karya terbaru PBK,” harap Febri.

Painful by Kisses yang memilih jalur post hardcore dibentuk 1 Desember 2005. Grup ini mengawali kiprah di belantika musik dengan merilis mini album “Your Friend Can Be Your Enemy” (2006), disusul tiga Album LP “The Curse Of…” (2008), “Better Brighter” (2011), dan “Vice Versa” (2016) yang didistribusikan secara independen dan mendapat respon sangat baik dari penikmat musik. Dalam perjalanannya, music PBK lebih cenderung dikategorikan ke dalam modern rock, seiring proses pendewasaan pengalaman bermusik para personel tanpa meninggalkan ciri khas atau karakter dalam tiap karyanya. (231)

Painful by Kisses

About the author