20 Tahun Tersimpan, Mr. Botax Akhirnya Rilis “Api Perjuangan Bung Karno”

Lanang “Mr. Botax”

BERTEPATAN dengan peringatan Hari Lahir Bung Karno, 6 Juni, musisi Bali, Mr. Botax merilis satu lagu khusus yang diberi judul “Api Perjuangan Bung Karno”. Pria yang kini tampil dengan ciri khas kepala plontos ini tegas menolak kalau dikatakan membuat lagu ini hanya karena ingin cari muka. Bahkan lagu ini sudah tercipta atau ada sekira 20 tahun lalu, namun baru direkam dan dibuatkan video klip sekarang.

“Lagu ini memang apa yang saya alami dan saya rasakan. Sebenarnya lagu lama, sudah ada sekira 2001, saat saya masih bersama Biroe band, cuma belum masuk studio. Kenapa tidak saya rilis waktu itu, karena saya waktunya belum pas. Kenapa kemudian tidak diserahkan kepada penyanyi lain misalnya, karena sedari awal saya sudah punya niat sayalah yang akan membawakannya,” ujar Lanang, pentolan Mr. Botax saat pemutaran perdana video musik “Api Perjuangan Bung Karno” di Gentleman Garage, Denpasar, Minggu (6/6).

Peringatan bulan Bung Karno, tepat di hari lahir Bung Karno, bagi Lanang momentum yang sangat tepat untuk mengeluarkan karya yang lama belum tergarap ini. Pria bernama asli Gede Lanang Darma Wiweka ini pun mengaku sebelum memutuskan untuk merekam “Api Perjuangan Bung Karno”, ia sempat tiga kali memimpikan sosok Bung Karno dalam tiga kondisi yang berbeda.

Sebagaimana dituangkan ke dalam lirik lagu,  Lanang menceritakan sejak kecil ia sudah menyimpan rasa penasaran akan satu lukisan seorang pria yang terpajang di dinding rumahnya. Ketika ditanyakan kepada sang kakek, rasa penasaran itu hanya berakhir dengan jawaban singkat, “Oh itu Soekarno”. Mengapa fotonya terpasang di tembok rumah, apakah ada hubungan keluarga? “Bukan, itu Presiden pertama Indonesia”.

Hingga memasuki usia sekolah, Lanang mengaku masih sedikit  sekali mendapat informasi tentang Bung Karno. Hingga memasuki bangku SMP, Lanang mulai lebih banyak mendapat referensi dan mulaih paham tentang sosok sang idola. Kebetulan sang ayah adalah guru sejarah dan memiliki perpustakaan pribadi dengan jumlah buku cukup banyak.

“Ayah saya ternyata banyak punya buku tentang Bung Karno. Bahkan di motor vespa ayah saya ada stiker Bung Karno,” kata Lanang.

Meskipun tak semua buku dibaca sampai tuntas, namun sedikit banyak nilai-nilai nasionalis Bung Karno mulai masuk ke dalam pikiran Lanang. Berbekal pengetahuan, dan rasa kekaguman akan Sang Proklamator, ia pun iseng-iseng menuangkannya ke dalam lirik lagu. Namun begitulah, lagu ini lama tersimpan hingga akhirnya dibantu sejumlah rekan musisi, “Api Perjuangan Bung Karno” akhirnya tuntas dibawakan oleh Mr. Botax. Dibantu Indra “Avara” yang menjadi penata music, dan Jibolba Baker yang menangani video klip, dalam waktu singkat penggarapan projek bisa diselesaikan.

Kepada Wakil Walikota Denpasar yang menghadiri dan turut menyaksikan peluncuran lagu “Api Perjuangan Bung Karno”, Lanang “titip pesan” agar lagu ini mendapat dukungan lebih luas agar dapat didengarkan tak hanya oleh masyarakat di Bali namun juga di seluruh Indonesia, terutama generasi muda yang mungkin belum begitu mengenal sosok Bung Karno dengan nasionalismenya.

Ketika ditanya seberapa nasionalis dirinya, pria yang juga dikenal sebagai bassist grup band Lolot ini menjawab singkat, “Nasionalis tidak hanya ditunjukkan dengan tindakan atau perbuatan secara langsung untuk negara. Paling tidak dari dalam hati kita sendiri dulu, lalu kita menjaga kerukunan dan kebersamaan dengan keluarga, lalu tetangga dan lingkungan dan seterusnya,” demikian Lanang. (231)

About the author