Ari Ariama Paling Terkesan dengan Ratu Bulan

Ari Ariama

Ari Ariama (foto: dok. pribadi)

MENCIPTAKAN lagu, lalu menggarap musiknya, bahkan menyanyikan sendiri, memang mengasyikkan. Namun demikian penyanyi pop Bali, Ari Ariama mengaku kurang percaya diri kalau harus “memborong” ketiga proses tersebut. “Ngga tau kenapa ya … selain saya merasa kurang nyaman karena ada kesan monopoli sendiri. Lebih enak menciptakan lagu sendiri lalu musicnya digarap orang lain. Selain lebih nyaman, bisa juga ada kreasi lain, ada kesan inovasinya,” ujarnya kepada mybalimusic.com.

Hingga saat ini, dari sekian lagu yang diciptakan sekaligus dinyanyikan sendiri, penyanyi asal Buleleng ini mengaku tetap paling terkesan dengan lagu “Ratu Bulan” (2001). Baginya, kala lagu tersebut dirilis, ia menjadi sangat beda dengan lagu-lagu lain yang beredar saat itu. Bahkan juga termasuk hits Ari yang lain, “Jiwa Pramana” yang bernuansa pop mandarin kala itu.

Penyanyi yang bernama asli Putu Aryama ini mengawali ketertarikannya terhadap dunia musik sejak masih remaja. Saat masih duduk di kelas I SMAN 1 Seririt, ia sudah bergabung dengan grup band sekolah untuk mengisi acara pentas di sekolah, juga mengikuti Bahana Suara Pelajar (BSP) yang digelar RRI Singaraja. Di luar band sekolah, ia juga sempat mendukung Zacky’s Band (aliran dangdut), Berlian Band (dangdut pop), Berlys Band (yang membawakan lagu The Beatles dan kagu rohani). Grup Berlys inilah yang kemudian mengantarkannya masuk masuk dapur rekaman di Maharani Record, Denpasar.

Kebetulan saat itu yang menjadi operator studio adalah penyanyi pop Bali Yong Sagita. Ari pun ditawari ikut rekaman lagu pop Bali. Bahkan Yong pula yang menyulap namanya menjadi Ari Ariama. Maka 1996 muncullah album solo pertamanya yang berjudul “Wengi Ping Riin”. Baru kemudian di album kedua, Ari mulai menciptakan lagu sendiri, seperti “Ada Keneh Mamunyi Takut”.

Lepas dari Maharani Record, pria kelahiran 17 Oktober 2973 ini mulai terlibat dalam sejumlah proyek rekaman bersama atau album kompilasi bersama penyanyi lain seperti album “Gamia Gemana”, “Ratu Bulan”, “Pasir Putih” yang diproduseri penyanyi Eka Irana. Ari juga menciptakan lagu untuk dibawakan penyanyi lain, termasuk mencipta dan mengaragkan album lagu pop Bali “Dugas Mara Ketemu” nyanyian Ayu Trisiwi, menciptakan lagu dan membina vokal anak-anak Dedari Bali, Sakuntala. Sejak 2010, ia pun mengibarkan bendera sendiri dengan nama Prema Studio Production

“Semua saya lakukan karena senang dan hobi dengan musik,” demikian pria yang sehari-harinya menjadi guru music di SD Cipta Dharma, Denpasar ini. *231