Matanai Siapkan Video Klip “Mentari di Nusa Penida”

Tut Tangtu, vokalis Matanai (kiri) bersama Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta (tengah)

GRUP band reggae Matanai tengah bersemangat. Lagu mereka “Mentari di Nusa Penida” mendapat sambutan baik dan dukungan dari Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta. Tentu saja karena lagu berbahasa Indonesia ini secara tak langsung turut mempromosikan pariwisata di Nusa Penida. Matanai pun tengah mempersiapkan penggarapan video klip langsung di Nusa Penida, awal Mei mendatang.

“Lewat lagu ini kami ingin turut mendukung pariwisata di Nusa Penida. Idenya berawal ketika kumpul dengan teman-teman. Meskipun pulaunya terpisah, namun Nusa Penida adalah bagian dari Bali. Kami ingin turut lebih mengangkat Nusa Penida agar lebih dikenal lagi sebagai destinasi pariwisata unggulan,” jelas Tut Tangtu, vokalis Matanai.

Penggunaan bahasa Indonesia untuk lirik lagu “Mentari di Nusa Penida”, menurutnya semata agat lagu ini bisa dinikmati secara lebih luas, dan semua dapat mengerti dengan baik makna dari lagu ini. “Astungkara apa yang kami buat dalam bentuk karya lagu ini dapat turut memulihkan semangat pariwisata di Nusa Penida khususnya dan Bali umumnya, setelah drop karena pandemik Covid-19,” harap Tut Tangtu.

“Mentari di Nusa Penida” menjadi salah satu lagu yang ada di album ke-2 Matanai, “Saling Gisi” yang dirilis Februari 2020. Cukup banyak materi lagu menarik dari album ini, namun belum sempat terpublikasikan secara luas karena keburu terbatas oleh pandemic Covid-19. Setelah penggarapan video klip “Mentari di Nusa Penida”, Matanai berencana mencari tema serupa untuk daerah lain di Bali, sebagai upaya turut mendukung pariwisata di pulau dewata.

Matanai dibentuk 2012 dengan personel Tut Tantu (vokal), Kadir (gitar), Herman (gitar), Parat (bass), Agus Tyson (drum), dan Lelut (keyboard). Tahun 2014 grup ini merilis album pertama “Rencana Tuhan”. Selepas itu mereka hanya merilis dua single, termasuk “Metajen” yang cukup banyak disaksikan di kanal Youtube, mencapai hamnpir 7 juta viewers. Awal 2020, barulah Matanai mengeluarkan album ke-2, “Saling Gisi”.

Tut Tangtu menjelaskan, meskipun memainkan musik reggae, namun Matanai sangat terbuka dengan berbagai unsur atau pengaruh musik lain. Menurutnya, Matanai tidak pure memainkan reggae, jadi bisa dibilang reggae alternatif. Ini juga mengingat latar belakang personel Matanai dari beragam jenis musik. (231)

Matanai band

About the author