Selusin Lagu Keren di Album Terbaru Antibodi

Antibodi

GRUP punk rock asal Denpasar, Antibodi, memenuhi janjinya untuk merilis rekaman satu album penuh. Dengan judul “Still Going Strong”, Antibodi menyuguhkan selusin lagu keren karya orisinal mereka, yang mulai dicicil sejak beberapa waktu terakhir.

Dicicil? Iya, begitulah. Sejak beberapa waktu lalu, Antibodi berkomitmen untuk merilis satu demi per satu karya mereka, yang akan menjadi bagian dari album penuh pertamanya. Tepat begitu lagu paling akhir, 726 dirilis, sekaligus menandai peluncuran album “Still Going Strong”.

 “Satu kata, unbelievable. Saya ngga nyangka akan sampai di titik ini hari ini kalau merunut kembali rencana awal dan perjalanan Antibodi selama hampir 7 tahun,” ujar Joe.

Sembari menarik nafas lega, Joe mengulang lagi ucapannya, akhirnya tercapai juga cita-citanya mempunya satu album penuh. Gara-gara ini pula ia bisa mendengar kembali lagu sendiri yang ia sukai. “Biasanya setelah rekaman sudah nggak kepingin dengar lagi. Tapi kali ini saya bisa menempatkan kepuasan sebagai musisi dan sudut pandang awam,” ujarnya sembari tertawa.

Album “Still Going Strong” yang menjadi penanda 6 tahun berdirinya Antibodi sejak 2014  dibuka degan nomor Are You Ready, disusul Mabuk Atribut, Aku Dan Sekolah, Polemik, Damailah, Punk Rock Toxic Salad, Nada Karsa, Mars Peang Awal Bulan, You Only Live Once, Dasar Provokator, Titik Nol, dan 726. Meskipun sebagian besar nomor yang diandalkan masih bertempo cepat seperti layaknya musik punk, namun menurut Joe, suguhan kali ini cukup berbeda dibandingkan rilisan terdahulu mereka Songs For The Disorder.

“Walau begitu tema yang diusung masih memiliki benang merah dengan EP sebelumnya tersebut. Cerita yang ditampilkan dalam album ini masih berkutat seputar kehidupan seperti pada lagu 726, You Only Live Once, Nada Karsa. Ada juga tema kemanusiaan, kritik sosial politik, dan kali ini juga mulai menyentuh sisi spiritual, Titik Nol, demikian Joe.

Ditambahkan, keseluruhan lagu ditulis medio 2016-2019, ketika Antibodi vakum sementara (hanya melakukan beberapa gig selama tiga tahun tersebut) hingga debut kembalinya di ranah musik bawah tanah. Semua lagu ini melalui proses workshop dimulai dari Desember 2019 hingga Februari 2020. Lalu proses rekaman dilakukan secara swadaya di kediaman Joe Karsa, dibantu oleh sound engineer David Ebenhaezer. Proses mixing & mastering dibantu oleh Rino Siap Sedia yang merupakan gitaris dari band indie Bali, Joyride.

Yang menarik dalam rekaman kali ini, banyak musisi yang terlibat dalam rekaman kali ini mulai dari Copok (vokalis & gitaris – The Bullhead), Andreas “Ucok” Pardede (trumpetist – Jun Fan Gung Foo), Surya Dipta (vokalis & gitaris – White Rose), bahkan Tino Hutabarat (gitaris – Jumper Fi / Mighty Sound) yang berasal dari Tangerang ikut terlibat. Seluruh artwork dari album ini digarap sendiri oleh Joe Karsa sang konseptor tentunya dibantu oleh Agus Fore dalam pemilihan image yang ingin ditampilkan.

Album “Still Going Strong” telah dirilis di berbagai platform digital juga dalam rilisan fisik terbatas. (231)

About the author