Emoni Luncurkan “Ning Ning Cening”

emoni

Penampilan Emoni saat peluncuran album “Ning Ning Cening”, Minggu (29/9) malam

APAKAH lagu permainan, lagu anak-anak, lebih pantas hanya dinyanyikan oleh anak-anak? Bagaimana kalau gending rare atau lagu anak-anak dimainkan oleh orang dewasa, dengan irama musik modern pula? Inilah yang dilakukan Emoni, sekelompok pemusik muda yang meluncurkan satu album rekaman berjudul “Ning Ning Cening”. Album ini diperkenalkan dan diluncurkan secara resmi, Minggu (29/9) di kalangan Ayodya, Taman Budaya (Art Centre), Denpasar.

Acara peluncuran album “Emoni” yang disambut antusias ratusan undangan, juga dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Darmawijaya Mantra dan budayawan yang konsisten melestarikan dongeng dan permainan tradisional anak-anak, I Made Taro. Setelah dibuka penampilan grup Ethnic Devata yang mengemas lagu-lagu populer ke dalam irama keroncong ala anak muda, Emoni dengan gayanya yang khas dan bersahaja memperkenalkan satu per satu lagu yang ada dalam album perdana mereka.

Memang, ini bukan kali pertama gending rare dibawakan penyanyi dewasa dengan balutan musik modern. Sejumlah penyanyi pop Bali pernah memasukkan gending rare ke dalam album rekaman mereka, namun hanya satu lagu sebagai penyegar. Berbeda dengan Emoni, yang mengangkat delapan lagu secara utuh ke dalam satu album rekaman dengan format CD audio.

Delapan lagu — Ratu Anom, Goak Maling, Meong-meong, Jenggot Ubat, Pulsinoge, Ketut Garing, Made Cenik, dan Mejangeran – dibawakan oleh Emoni dengan aransemen baru yang memadukan unsur musik modern dan tradisional. Di tangan Emoni, lagu anak-anak yang banyak dikenal masyarakat Bali menjadi beda rasa. lagu anak-anak tersebut menjadi tidak terkesan kekanak-kanakan, tanpa kehilangan nuansanya sebagai gending rare.

Bagi Emoni Bali, mengangkat gending rare dengan ke dalam album “Ning Ning Cening” dimaksudkan agar konsep budaya lisan yang telah mengakar kuat lewat bentuk permainan dan lagu-lagu mampu didokumentasikan dengan cara berbeda untuk diterima dengan baik kepada masyarakat di masa ini.

Keberadaan gending rare”di Bali tak bisa dilepaskan dari keberadaan permainan anak-anak. Permainan anak-anak ini telah tumbuh bahkan jauh sebelum jaman kemerdekaan. Permainan yang dilakukan memiliki ciri dilakukan secara bergerombol (ramai) dan kadang dengan sorakan agar suasana tercipta lebih riuh dan bersemangat. Untuk beberapa permainan, sorakan tersebut telah memiliki ciri yang khas dan mampu didendangkan lewat sebuah lagu. Beberapa lagu permainan itu masuk kategori sebagai “gending plalianan” atau lagu permainan, yang juga termasuk ke dalam lagu anak-anak karena fungsinya masih berada dalam lingkup anak-anak. *231