Jun-Dewi Nostalgia “Sopir Bemo”

Jun Bintang dan Dewi Pradewi

LAGU lawas “Sopir Bemo” yang dibawakan band Putra Dewata pimpinan AA Made Cakra (alm.) kembali berkumandang. Namun kali ini dalam kemasan dan “rasa baru”, dibawakan oleh duet penyanyi pop Bali masa kini, Jun Bintang dan Dewi Pradewi.

Menariknya, video musik yang ditayangkan pertama kali 20 November lalu ini menggunakan properti kendaraan bemo roda tiga asli yang “dipinjamkan” oleh Jos Darmawan, pemilik galeri Kebon Vintage Cars. Tak heran pemunculan bemo roda tiga yang dikemudikan Jun dengan penumpang Dewi Pradewi menarik perhatian pedagang dan pengunjung di Pasar Badung, tempat suting.

Menurut Dewi Pradewi, niat untuk membawakan ulang salah satu karya maestro lagu pop Bali tersebut berawal dari permintaan ibunya yang memang menggemari karya-karya alm. A.A Made Cakra.

“Keinginan menggarap Sopir Bemo ini sudah lama disampaikan oleh ibu saya, dan pesannya harus menggandeng Jun Bintang, tidak boleh yang lain. Keinginan itu terwujud dan saya sanggupi setelah Jun main ke rumah saya di Jalan Gunung Kawi (kebetulan sama seperti lirik lagu),” jelas Dewi.

Bak gayung bersambut, ternyata Jun juga sudah lama punya keinginan untuk membawakan ulang lagu “Sopir Bemo”. “Dulu ketika mendengarkan lagu Sopir Bemo di radio, sempat terlintas keinginan untuk menyanyikan lagu ini suatu saat nanti. Akhirnya keinginan itu terealisasi setelah puluhan tahun berlalu,” cerita Jun.

Untuk projek membawakan ulang lagu lawas ini, Jun dan Dewi sekali lagi bekerjasama dengan Sila Homestudio yang menangani rekaman juga aransemen musik. Tak hanya itu, Sila juga turun tangan untuk menuntaskan penggarapan video musik.

“Kami menggunakan lokasi persis pada jalur hilir mudiknya bemo roda di tiga pada jamannya, atas seijin dan bantuan Walikota Denpasar beserta Dinas Perhubungan kota Denpasar,” jelas Jun.

Pad bagian lainnya Dewi Pradewi mengaku, dari lubuk hati terdalam lagu ini benar-benar mengingatkannya akan ibu-ibu tukang suwun atau jasa junjung di pasar dan nostalgia saat bemo roda tiga sebagai angkutan kota sangat populer hingga akhir 80-an, terutama di sejumlah tempat kenangan seperti di jalan Gajahmada, Denpasar.

“Kangen bukan kepalang dan kami yang terlibat di dalamnya sangat happy saat menggarap video klip. Hormat kami untuk keluarga besar alm A.A. Made Cakra terima kasih atas penerimaannya, juga dan jamuannya beberapa waktu lalu tepat saat pemutaran perdana video klip Sopir Bemo. Kami diterima baik oleh A.A Nini Cakra, istri almarhum,” cerita Dewi. (231)

Jun Bintang dan Dewi Pradewi

About the author