Ajang Gebrax Drum Competition 2020 Mulai Digulirkan

Panitia Gebrax Drum Competition 2020, dari kiri ke kanan: Teguh (Rockness), Iwan (KrsOne), Ongky (Studio Versals), Deky Tawas (DeBeat), Gde Kurniawan (DeMores), Krisna (KrsOne)

MENGGELAR lomba atau kompetisi musik kala pandemi masih berkecamuk, apa iya? Mungkin banyak yang bertanya seperti itu. Namun tanpa perlu banyak basa-basi, DeBeat Music Store menunjukkan itu sangat bisa dilakukan. Sebagai bukti, satu kompetisi bergengsi mulai digulirkan, Gebrax Drum Competition 2020.

Karena situasi dan kondisi masih serba terbatas, untuk menyesuaikan sekaligus mengikuti protokol kesehatan, seleksi lomba dilakukan secara online. Para peserta yang bermain drum secara live di studio musik akan direkam, lalu videonya dikumpulkan untuk bahan penilaian juri. Selain itu potongan video berdurasi 1 menit juga diunggah di akun Instagram panitia untuk disaksikan masyarakat luas.

Nantinya, juri akan memilih lima finalis dari kategori anak-anak (maksimal 11 tahun), dan lima finalis dari kategori umum (lebih dari 11 tahun ke atas), untuk tampil dan memperkuat penilaian oleh juri, dalam salah satu acara DenFest 2020 di Gedung Darma Alaya, Denpasar. Hingga akhirnya akan terpilih tiga pemenang dari kategori anak-anak, dan tiga pemenang dari kategori.

“Kenapa finalis juga live perform, karena kami ingin mencari juara yang memang jawara, sekaligus untuk membuktikan kalau mereka memang punya kemampuan. Karena bagaimanapun main di studio dan live di panggung terasa beda dan pasti mempengaruhi psikologis pemain,” jelas Ongky, Pranadhita selaku ketua panitia, didamping Deky Tawas, pemilik DeBeat music store.

Dijelaskan, dari pendaftaran hingga 30 September lalu, tercatat 40 peserta yang ikut ambil bagian dalam kompetisi ini, 4 di antaranya dari Nusa Tenggara dan selebihnya dari Bali. Untuk mempermudah proses rekaman live peserta, panitia bekerjasama dengan empat studio musik. Untuk wilayah Bali Utara ditunjuk studio Demores Musik, Singaraja (8-9 Oktober). Wilayah bagian tengah, Tabanan dan sekitarnya dilangsungkan di KrsOne Studio (10-11 Oktober), wilayah Bali Timur rekaman di Rockness studio, Gianyar (14-15 Oktober), serta untuk Denpasar  dan sekitarnya berlangsung Studio Versals (16-17 Oktober).

Peserta akan disediakan materi rekaman lagu “Growing Up” dari Kotak secara drumless atau tanpa isian drum. Nantinya peserta akan dinilai dari unsur tempo, aransemen, juga improvisasi. Juri yang terlibat dalam proses penentuan juara adalah Denny Surya (Dialog Dini Hari), Palel Atmoko (Navicula), Gustu Bramanta (session drummer), Bagus Mantra (drummer), dan Nico Feryadi (manajemen band Kotak).

“Sudah lama tidak ada event seperti ini, apalagi hadiahnya juga cukup menggiurkan, selain uang tunai tentu juga ada peralatan drum dari sponsor,” tambah Ongky.

Sementara itu Deky dari DeBeat mengaku semangat untuk menggelar acara ini bermula dari dorongan orangtua anak-anak yang mengeluhkan minimnya kompetisi musik khususnya drum di Bali. Dengan niat untuk turut menyemarakkan perkembangan musik di Bali, ia pun bekerjasama dengan sejumlah pelaku dan studio musik untuk mewujudkan hal ini. Inginnya bagaimana musisi khususnya drummer punya panggung, wadah untuk berekspresi.

”Setelah dipublikasikan, banyak pesan masuk dari luar daerah yang menanyakan kenapa tidak dibikin secara nasional saja. Ya saya hanya bisa mengungkapkan, untuk saat ini Bali dan Nusra saja dulu, gelaran berikutnya baru akan kita bikin secara nasional,” kilahnya. (231)

About the author