Oliolie Ingin yang Lebih Menantang

Oliolie

AWALNYA menggemari lagu pop Bali, hingga sempat bercita-cita menjadi penyanyi rekaman. Siapa sangka, jadi penyanyi belum kesampaian, malah jalan sebagai model terbuka lebar bagi Oliolie, yang kerap tampil seksi di sejumlah foto. Hingga ia pun mengaku ingin yang lebih menantang. Untuk apa?

“Jujur, ketika masih SMP saya ingin jadi penyanyi lagu pop Bali. Bahkan sempat sering ikut lomba-lomba. Eh, tahunya setelah lulus tamat sekolah dan ke Denpasar, malah jalan di dunia modeling yang terbuka,” ujar dara asal Kubu, Karangasem ini.

Sebetulnya Oli sempat bersentuhan langsung dengan musik pop Bali, dengan menjadi model sejumlah video klip lagu pop Bali. Setelah videonya sebagai model body painting di Sanur viral di Instagram, adalah Yasa Sega, videographer yang pertama mengajaknya mendukung video klip untuk lagu “Grepe Semut” yang dinyanyikan trio KKJ di tahun 2016.

Kesan pertama sebagai model video klip, Oli mengaku degdegan. Biasaya hanya dipotret, sedangkan untuk video klip harus isi berakting. Oli juga menjadi model di video klip lagu “Calep” (2018) nyanyi Tri Puspa, “Pelangan Sing Pasti“ (2019) Gus jody dan yang terbaru “Kepentengan” (Januari 2020) nyanyian Alep Santosa.

Sekalipun belakangan lebih menikmati aktivitasnya sebagai fotomodel, kepada mybalimusic.com, Oli mengaku masih ada keinginan mendukung video klip penyanyi pop Bali lagi. “Kalau untuk model video klip pasti dong, apa lagi kalau alur ceritaya berbeda dari sebelumnya. Di empat video sebelumnya, saya selalu berperan jadi model yang seksi. Nah kalau ada kesempatan, pingin coba jadi model klip yang lebih menantang, baik dalam hal akting atau pendalaman karakter,” ujarnya.

Saat ini, aktivitas Oli mulai berjalan lagi setelah hampir empat bulan diam sama sekali gegara pandemi. Ia pun lebih banyak melakoni job endorse visit tempat untuk promosi melalui sosial media, dan sejumlah pemotretan. Soal pemotretan, karena sering tampil untuk foto seksi, bahkan diam-diam beberapa waktu lalu sempat menjadi model untuk majalah dewasa di Ibukota, wanita bernama asli Ni Komang Julianti ini mengaku sempat ada rasa tidak nyaman.

“Awal-awalnya ya merasa malu dan risih banget, apalagi kalau lagi ada di tempat publik karena banyak yang ingat dan mengenali. Jadinya sering dipandang sinis . Nggak nyangka juga, tampil seksi di media sosial efeknya sampai ke dunia nyata,” cerita sosok kelahiran 26 Juli 1996 ini.

Toh lama-kelamaan, Oli mulai biasa dengan sikap dan tanggapan publik. Pandangan miring bukan sekali dua kali lagi ia hadapi, apalagi ia termasuk model yang sering melakukan pemotretan hingga keluar kota. Ironisnya, pandangan miring sering datang justru dari kerabat atau orang-orang dekat. Namun prinsipnya, apa yang dilakukan adalah tuntutan profesi. Ia pun berusaha membuktikan kalau dalam kehidupan nyata ia tidaklah seperti apa yang terkesan di media sosial. (231)

Oliolie

About the author