“Ngoyong Jumah”, Kandasuta Berkarya Lagi

Parade bintang Kandasuta Record, dari kiri ke kanan: Sandra Dewi, Diva Ucik, Ayutiwi, Kanda Ji, De Surya, dan Krisna Kan

CUKUP lama tak terdengar kiprahnya di belantika musik pop Bali, Kandasuta Record muncul kembali. Rumah produksi dari Klungkung ini baru saja melepas satu album rekaman berupa DVD video klip  lagu berbahasa Bali yang diberi judul “Ngoyong Jumah”.

Dilihat dari judulnya, bisa ditebak beberapa lagu dari album yang memuat 8 lagu ini memang terinspirasi situasi saat pandemi Covid-19 yang masih berlanjut hingga saat ini. Selain lagu “Ngoyong Jumah” yang menjadi judul album, ada pula lagu “Virus-Virus Corona”.

Ada enam penyanyi yang mengisi album ini, sebagian di antaranya adalah mereka yang sudah cukup lama berpengalaman menyanyi, sebagian lagi pendatang baru yang memang baru kali pertama rekaman. Keenam pendukung rekaman adalah Sandra Dewi (Satya Ngantosang), Diva Ucik (Rindu Das Mati), Ayutiwi (Tersayang), Kanda Ji (Ngoyong Jumah dan Virus-Virus Corona duet bersama Ayutiwi), De Surya (Kerasa Matunangan), dan Krisna Kan (Tusing Buat I Luh). Lagu yang dibawakan juga cukup beragam dari irama pop, dance music, hingga musik ala campursari.

Kepada mybalimusic.com. Kanda Ji selaku pimpinan sekaligus produser Kandasuta Record mengaku memang sudah cukup lama tak aktif merilis rekaman musik, karena kesibukan di bidang usaha lainnya. Namun ketika pandemi sedang gawat-gawatnya beberapa waktu lalu, unit usaha Kandasuta lainnya mengalami kelesuan bahkan hampir tak ada order masuk.

“Saat itu saya menjadi banyak punya waktu luang karena imbauan untuk ngoyong jumah, diam di rumah saja. Jadi ada kesempatan berkarya lagi, saya buat musik lagi. Kebetulan ada beberapa teman yang pernah menjadi juara lomba tembang kenangan ingin ikut merekam lagu, jadi kami kumpulkan,” jelas Kanda Ji.

Sesungguhnya niat rekaman sudah ada cukup lama, namun selama ini disibukkan dengan kegiatan masing masing, ada yang menjadi PNS, pengusaha, dan ragam profesi lain, karenanya cukup lama tidak mengeluarkan rekaman lagi. “Di samping penyanyi lama juga ada beberapa pendatang baru yang memang benar-benar punya kemampuan di bidang tarik suara,” ujarnya.

Selepas album “Ngoyong Jumah” yang juga dipublikasikan lewat media berbagai seperti kanal Youtube dan media sosial, Kanda Ji mengatakan ke depan akan memproduksi lagu-lagu baru lagi. Terlebih sekarang sudah dipermudah dengan adanya kanal berbagi seperti Youtube untuk mempublikasikan karua, mengingat produksi kaset atau kepingan CD sudah tidak memungkinkan lagi.

Di awal 2000-an, nama Kandasuta Record cukup aktif mewadahi penyanyi-penyanyi pendatang baru di belantika musik pop Bali, terutama mereka yang berasal dari Klungkung dan wilayah Bali Timur. Produksinya yang lumayan mendapat sambutan seperti album Semara Gita Grup (2003) yang didukung Ayu Swandewi, Yan Dawan, Kanda Ji, dan Nyoman Suwitra, juga album Parade Bintang Kandasuta “Lemahe Nu Lantang” (2004).  (231)

About the author