The Bapa: Bandung Papua Bertemu di Bali, Jayalah Negeriku

The Bapa, dari kiri ke kanan: Gobeth dna, Dennis, dan Bintang

DIAM-DIAM tampaknya makin banyak pemusik dan penyanyi kafe yang tertarik untuk menggarap rekaman lagu sendiri. Terbaru, satu grup yang menamakan diri The Bapa, merilis lagu sekaligus video klip “Jayalah Negeriku”.  Menarik karena personelnya adalah musisi dari Bandung dan Papua yang bertemu, tinggal, dan sama-sama mencari rejeki di Bali.

Mungkin awalnya banyak yang berbeda tafsir soal nama The Bapa, bahkan mungkin mengarah pada satu agama tertentu. Namun salah besar, karena nama ini diambil setelah melihat latar belakang personelnya. Adalah Gobeth dna (vokal, gitar) dari Bandung, serta Dennis (drum, vokal) dan Bintang (gitar melodi, vokal) dari Papua. Kedua nama nama daerah asal itu kemudian digabung dan disingkat menjadi Bapa.

Menutut Gobeth, terbentuknya The Bapa bermula dari pertemanan pekerja musik yang biasa mengisi panggung hiburan di kafe-kafe, resto, bar dan hotel di Bali. Ketika pandemi berkepanjangan, semua pekerja musik terpaksa “libur”, mulailah muncul kegelisahan karena lama tak bermusik. Dari obrolan ringan, muncul ide menggarap projek rekaman lagu orisinil sendiri.

“Awalnya kami membuat lagu orisinal karena termotivasi saat ada lomba cipta lagu tanah alam Papua bulan Juli lalu dan beritanya saya dapatkan dari FB. Lalu saya coba buat lagu tentang alam Papua dan direspons baik oleh teman-teman,” cerita Gobeth kepada mybalimusic.com.

Saat memutuskan ikut lomba, personel The Bapa belum pasti, karena Gobeth dna dan Dennis sama-sama pemain drum. Gobeth dna main bersama grup Plug n Play, sedangkan Dennis main bersama Microphone. Keduanya juga sama-sama bisa menyanyi. Akhirnya disepakati Gobeth yang beralih menjadi vokalis karena kebetulan ia juga yang menciptakan  lagu “Indahnya Alam Papua”. Berikutnya bergabung Bintang yang mengisi permainan gitar.

Nama The Bapa selain merupakan singkatan dari Bandung Papua, juga karena persyaratan lomba personelnya harus ada orang Papua. Kebetulan juga Dennis dan Bintang dari Papua, maka klop sudah. Pengalaman lomba itu membuat personel The Bapa makin mantap untuk terus berkarya membuat lagu sendiri.

“Jayalah Negeriku” menjadi lagu orisinal kedua The Bapa, yang diciptakan dalam suasana HUT Kemerdekaan RI dan dirilis tepat 167 Agustus lalu. Karenanya semangat nasionalisme sangat kental terasa dari lagu yang juga didukung Lilian Rumapea pada bagian rap ini. “Jayalah Negeriku” kelar dalam waktu 14 hari sejak penggarapan komposisi dan aransemen musik bersama.

Setelah merilis “Jayalah Negeriku” lewat kanal Youtube, projek The Bapa berikutnya adalah menyelesaikan video klip “Indahnya Alam Papua” yang juga akan dipublikasikan secara luas. (231)

The Bapa: Bintang, Dennis, dan Gobeth dna

About the author