“Metulis di Hati” Jadi Kebanggaan Mawar

Mawar Pradnya

MAWAR Pradnya kembali mencuri perhatian. Setelah beberapa waktu lalu rekaman bersama Motifora, saatnya ia tampil solo lagi. Masih seputar kisah asmara ala remaja, ia nyanyikan lagu “Metulis di Hati”. Siapa sangka, dalam waktu singkat lagu ini mampu bersaing di tangga lagu pop Bali terpopuler di salah satu radio swasta di Denpasar.

Pengalaman seperti ini bagi Mawar bukanlah hal baru, karena ini kali kedua ia merilis rekaman lagu pop Bali komersil. Sebelumnya lagu “Saling Sayang Saling Tresna” yang ia nyanyikan bersama Motifora juga mendapat apresiasi bagus dari pendengar radio dan pecinta lagu pop Bali.

“Apresiasi yang baik dari penikmat lagu pop Bali untuk lagu Metulis di Hati merupakan suatu kebanggan bagi saya. Ini satu bentuk dukungan yang luar biasa,” ujarnya kepada mybalimusic.com di Denpasar, Kamis (6/8).

Bagi penyanyi berumur 16 tahun ini, lagu ciptaan Dewa Mayura tersebut menarik karena pas, sesuai dengan usianya. “Metulis di Hati” menggambarkan kisah percintaan ala ABG yang banyak dialami anak-anak jaman now. Bagaimana awalnya suka tapi masih malu-malu untuk mengungkapkan perasaan.

Sebelum memberikan lagu, terlebih dahulu Dewa Mayura mempelajari karakter suara Mawar. Berdasarkan itulah, ia menyodorkan dua lagu yang sama-sama bernuansa pop remaja. “Setelah didengarkan keduanya, satu lagu Metulis di Hati langsung melekat, dan tanpa pikir panjang saya pilih ini. Baik dari tempo, lirik dan melodinya lebih pas untuk saya,” cerita Mawar yang tak menghabiskan waktu lama untuk dapat membawakan lagu ini dengan sepenuh hati.

Lagu “Metulis di Hati” kemudian menjadi satu bagian dari album kompilasi “Sesana Alit-alit Bali Mautama” yang dirilis Dewata Creative. Sambutan bagus mendorong Mawar ini makin semangat untuk menekuni tarik suara dan sudah memiliki rencana untuk menggarap beberapa lagu ke depan. Sebelumnya di tahun 2018, terlebih dahulu Mawar sudah unjuk kebolehan di album Bali Kumara Gen-6 dengan menyanyikan lagu karya I Komang Darmayuda, “Bisma Satyaning Gumi”.

Penyanyi bernama lengkap Ni Made Mawar Pradnyawati mengawali karier di belantika musik pop Bali dengan menjadi penyanyi anak-anak. Tumbuh secara otodidak, dengan dukungan kuat dari kedua orangtua, saat berumur 11 tahun sudah menghasilkan meni album lagu pop Bali anak-anak “Kangen Teken Rerama”. Pengalaman ini mendorong Mawar untuk lebih serius meningkatkan kemampuan dengan mengikuti kursus vokal dan bergabung di Sanggar Eka Mahardika. Ia pun menjajal kemampuan di berbagai ajang lomba dari tingkat sekolah, kecamatan, hingga lokal Bali dan nasional. Kiprah di bidang tarik suara melengkapi prestasi Pradnya lainnya baik di bidang tari, modeling, juga prestasi akademik di sekolah. (231)

About the author