Album ke-2, SOB Siapkan Gebrakan Baru

SOB

Grup band indie dari Bali, Scared of Bums (SOB)

ENAM tahun tidak menghasilkan satu karya, tampaknya membuat band indie Scared of Bums (SOB) gatal juga. Setelah beberapa lama mengisi catatan perjalanannya dengan bebragai penampilan baik local Bali maupun beberapa kota lain di Indonesia, kwartet punk rock yang terdiri dari Eka BoCare (gitar,vokal), Arx (bas, vocal latar), Nova (drum), dan Eka Poglax (gitar, vocal latar) ini tengah berkutat di studio untuk merampungkan album kedua.

Album yang direncakan berjudul “Lets Turn on a Fire” ini memiliki rentang waktu cukup panjang sejak perkenalan SOB melalui album self titled mereka di tahun 2007. Kini dengan pengalaman menjelalah berbagai panggung music – termasuk mengisi album kompilasi seperti Rock After School Compilation (2006), LA Light Indie Fest Compilation (2007), Green Monster Compilation (2009) – SOB mantap ingin menunjukkan diri sebagai band yang memang layak diperhitungkan tak hanya di panggung musik di Bali, namun juga nasional bahkan Asia Tenggara.

Nova, drummer SOB dalam perbincangan dengan sejumlah media di studio Antida belum lama ini menjelaskan, akan ada perbedaan cukup mendasar daari album baru mereka dibandingkan dengan album pertama. Misalnya saja ada pendewasaan lewat lirik serta musikalitas dengan sisipan harmonisasi instrumen seperti keyboard di setiap lagu. “Album ini kami kita konsep dengan memakai lirik berbahasa Indonesia dan Inggris, porsinya 50-50. Untuk penulisan liriknya kami sempat nge-basecamp di daerah pegunungan. Ini kami lakukan karena SOB ingin menampilkan sesuatu yang berbeda serta baru dari album sebelumnya,” jelas Nova.

Secara garis besar tematik album kedua SOB yang berisikan 13 lagu dan 1 intro mengangkat tema sosial, lingkungan hidup dan kehidupan sehari-hari. Misalnya saja lagu “Kepalkan Tangan Kiri”, “Lets Turn On A Fire”, “Bright Light For The Kids” dan “Time To Learning”. Selain itu SOB juga menggandeng sejumlah musisi lain untuk memperkuat album mereka, seperti Mangde (Ripper Clown), Gus Cilik (Trojan) Bleedoh Extrem Mosphit Crew dan Eka Rock dari SID, Agus Astika (mantan gitaris SOB), Lemon (Endium), Betet (Tetstupid).

SOB sendiri berharap, album kedua ini kembali meramaikan nuansa distorsi musik tanah air. Dan tentunya bisa direspon dengan baik oleh para pendengar musik mereka. ”Kami harap album baru ini akan lebih baik dari sebelumnya, dan kami siap meramaikan dengan raungan distorsi musik kami,” demikian Poglax.

Untuk mendukung album kedua, dalam waktu SOB akan menggarap dua video klip, salah satunya lagu “Lets Turn On a Fire” dan dalam penggarapannya akan bekerjasama dengan sutrudara Erick Est. Erick menanggapi mengaku tertantang untuk menggarap klip dari SOB. ”Mereka adalah band dengan karakter yang unik. Saya sangat tertarik untuk berkarya dengan mereka,” ungkapnya seraya menambahkan, tidak mudah sebuah grup musik indie bisa bertahan sekian tahun, dengan kondisi pasar yang sedang lesu dan ketat. *cdr