DMBP Menjelma Jadi Cool Gank

Cool Gank, dari kiri ke kanan: Eka, Alit, Lubak, Lutir, dan Hanz

KETIKA grup musik DMBP mengumumkan akan menggelar pertunjukan pamungkas, akan tampil terakhir kali di akhir pekan lalu, banyak yang bertanya-tanya. Apakah grup yang memainkan lagu pop berbahasa Bali ini akan bubar?

Saat pentas “perpisahan” itu pula akhirnya terjawab. DMBP  memang sudah berakhir, ‘tamat’, tapi tidak bubar. Para personelnya sepakat untuk menyudahi DMBP dan memulai babak baru dan menjelma dengan nama baru Cool Gank.

Menurut Hanz, pemain bass, sebetulnya saat meluncurkan album pertama tahun lalu, mereka sudah merencanakan ganti nama. Pertimbangannya sederhana saja, DMBP hanya nama sementara, dan itu menyangkut nama komunitas Musisi Bali Peduli.

Hal senada juga disampaikan Alit yang memainkan gitar sekaligus menyanyi juga. Menurutnya, sebagaimana  pendapat kebanyakan penggemar juga rekan sesama musisi, penyebutan nama DMBP dirasa agak susah. Hingga makin hari makin banyak yang menyarankan untuk mengganti nama.

 “Namun karena nama yang dirasa pas dan kami sepakati bersama belum dapat, kami pakai nama sementara dulu. Nama Cool Gank sendiri baru kami sepakati sekira dua bulan. Selain penyebutan yang lebih gampang, mudah diingat, kami juga merasa cocok dengan nama itu,” ujar Alit dalam perbincangan dengan mybalimusic, Selasa (21/7).

Karena menjadi kesepakatan bersama, tak ada masalah dengan alih nama DMBP menjadi Cool Gank. Untuk logo band, dua huruf  O yang ada di tengah dibentuk menyerupai lambang infinity atau tak terbatas, yang dimaknakan sebagai semangat untuk berkarya tanpa batas.

“Soal genre musik, ke depannya kami masih tetap akan memainkan semua jenis musik. Kami berharap, nama baru ini menjadi inspirasi untuk menghasilkan karya yang lebih cool, lebih keren lagi,” demikian Alit.

Cool Gank masih tetap didukung formasi Lutir Vedi (vokal), Alit Chacink (gitar, vokal), Hanz Setiawan (bass), Eka Armika (gitar), dan Lubak Tapis (drum). Bermula dari sering main bersama, nge-jamz, tepat 20 Juli 2018 mereka memutuskan membentuk satu grup dengan menggunakan nama DMBP, singkatan dari Directed Musik Bali Peduli. Setelah melepas beberapa single, bertepatan dengan setahun berdirinya, 2019 lalu mereka melepas satu album bertajuk “Lakukan yang Terbaik”. Album dengan berbagai warna musik ini menyodorkan sejumlah lagu yang asyik didengar seperti “Bahagia”, “Peluh”, “Menyama”, dan “O… O… O…”.  (231)

About the author