Gung Edi, Setahun Setelah “Mendung” Berlalu

Gung Edi

SETAHUN lalu, Gung Edi, musisi Bali yang dikenal sebagai gitaris Badeng Band, merilis solo project berjudul “Cloudy” (mendung). Di lagu ini, ia membawakan satu komposisi instrumental yang menonjolkan kemahirannya dalam bermain gitar tunggal. Namun setelah karya ini berlalu, cukup lama ia belum merilis rekaman baru lagi.

Ketika ditanya apakah setelah Cloudy ada rencana untuk membuat rekaman gitar tunggal lagi, musisi bernama asli AA Putu Yuliastha ini mengatakan kemungkinan jelas ada. Selain sudah tahu bagaimana prosesnya membuat karya seperti Cloudy, saat ada waktu luang bisa jadi akan dimanfaatkan untuk menggarap rekaman instrument lainnya.

“Karena lewat karya seperti inilah saya memandang satu permasalahan sehari-hari dari perspektif saya sendiri,” kilah musisi kelahiran 1976 ini.

Kepada mybalimusic.com, Gung Edy menjelaskan “Cloudy” sebenarnya hanya satu karya eksperimen dari studio sendiri di rumah. Semuanya digarap secara sederhana dengan alat seadanya. “Masalah skill bermain sebenarnya masih tidak begitu bagus, cuma di ide untuk instrumen yang saya buat agak beda. Cloudy bercerita tentang perjalanan manusia dengan penjabaran ala saya,” ujar pria asal Panjer, Denpasar ini merendah.

Lewat karyanya itulah, Gung Edi ingin menyampaikan pesan kalau dalam hidupnya, manusia kadang manusia mengalami mendung yang gelap, nah sisi inilah yang coba ia ungkap. Bagaimana setelah itu ada banyak air mata, lantaran ada seorang sahabat pergi. Suasana inilah yang mendorongnya untuk membuat satu karya, walau dengan segala keterbatasannya.

Di sisi lain, Gung Edi mengaku tengah berencana memproduseri rekaman untuk anak semata wayangnya. Lalu bagaimana dengan kelanjutan Badeng Band? Dijelaskan, Badeng Band memang sudah ada rencana untuk membuat rekaman baru. Bahkan materi dasar untuk guiding sudah direkam, hanya belum bisa digarap lebih lanjut.

“Mudah-mudahan bisa segera diselesaikan walaupun situasinya masih belum terlepas dari pandemi,” harapnya.

Gung Edi mulai mengawali ketertarikannya untuk bermain musik sejak masih duduk di bangku SMA. Setelah sempat bergabung dengan beberapa grup, ia kemudian sibuk dan identik dengan band pengiring musisi pop Bali, Punk Kwala Band. Cukup lama menjadi gitaris Punk Kwala, tahun 2004 ia memutuskan untuk hijrah dan turut membentuk Badeng Band bersama Eka, yang sempat merekam sejumlah lagu pop Bali karya sendiri seperti “Cicing Borosan”, “Bramara”, dan “Gang Jambu”. (231)

About the author