“Idup Sing Maunduk”, Nyi Pelet Berdusta Gelisah

Nyi Pelet Berdusta

MESKIPUN sudah berlangsung tiga bulan lebih, pandemi virus Corona belum kunjung mereda. Warga pun mengeluhkan hidup yang terasa susah dan seperti tidak jelas. Kegelisahan ini juga ditangkap oleh Nyi Pelet Berdusta. Grup band yang memainkan lagu berbahasa Bali menuangkan unek-uneknya lewat single berjudul “Idup Sing Maunduk”.

Lagu baru yang menjadi karya ke-5 Nyi Pelet Berdusta ini dirilis dalam video musik dan mulai ditayangkan di kanal Youtube, Sabtu (27/6) siang. Sebelumnya mereka melaksanakan seremonial peluncuran di sebuah kafé di kawasan Nusa Dua secara live melalui akun Instagram dan Facebook mereka.

“Besar harapan kami, lagu ini dapat mewakili perasaan warga Bali yang terdampak pandemi Covid-19. Sesulit apapun keadaan kita saat ini, tetaplah berdoa, berjuang dan jangan pernah menyerah. Niscaya badai pasti berlalu,” ujar Gus Tabhu, vokalis Nyi Pelet Berdusta.

Nyi Pelet Berdusta dibentuk di Nusa Dua, April 2017 dengan personel awal Gus Tabhu alias Gus Indra (vokal, gitar), Kamardika alias Yan Kakus (gitar), dan Kolik (drum). Belakangan ketika Kolik berhalangan karena satu dan lain hal, posisi drummer dipercayakan kepada Murdi. Menjadikan pop punk sebagai pilihan musik, band ini mengaku terinspirasi grup seperti Endank Soekamti dan NTRL sebagai panutan. Meski demikian, mereka tak mau terkungkung dengan idealisme dalam bermusik. Lebih tepatnya, tak menutup diri untuk berkembang dengan memainkan warna musik lainnya.

Nama Nyi Pelet Berdusta dipilih karena selain unik dan khas, kebetulan para personelnya sedari kecil termasuk menggemari film kolosal dan tayangan televisi seperti Tutur Tinular, Saur Sepuh, Misteri Gunung Merapi, juga Dendam Nyi Pelet. Januari 2018, mereka merilis lagu pertama “Happy Rock n’ Roll”, disusul “Cinta Jarak Jauh” September 2018, “Cinta Jarak Jauh” September 2019 dan “Pemuda 45” Desember 2019. (231)

About the author