Ubah Nama dan Rilis Lagu Baru

Remthera, dari kiri ke kanan: Didit, Ade, dan Dedy

GRUP musik indie Bali, Remember The Rain muncul dan berkarya lagi. Namun kali ini mereka sepakat mengedepankan nama baru, Remthera sebagai akronim nama sebelumnya. Satu lagu baru berjudul “Pagi dan Hujan” mereka rilis lewat satu pertunjukan live yang disiarkan secara luas melalui media FB, Senin (6/1) malam.

“Harapan kami, nama baru ini lebih catchy ketika diucapkan, seperti komposisi lagu-lagu kami. Untuk lagu Pagi dan Hujan, ya semoga bisa membawa energy positif seperti pagi yang selalu membawa harapan dan semangat baru menyambut hari,” jelas Dedy, gitaris Remthera.

Dijelaskan, lagu “Pagi dan Hujan“ direkam di tempat yang terpisah. Sesi drum, bass dan gitar

direkam di V Studio, sedangkan sesi vokal direkam di kediaman Ade, sang vokalis. Selanjutnya proses mixing dan mastering dikerjakan Lendjoe16 studio di Karangasem. Begitupun rekaman ini pun melibatkan partisipasi dari teman-teman Remthera seperti Yansanjaya yang mengisi gitar dan Rizky Pratama pada bass. Selepas perkenalan sekaligus pesta rilis melalui media digital, Pagi dan Hujan dapat didengarkan melalui sejumlah platform musim digital.

Hingga saat ini, Remthera masih tetap bertahan dengan personel semula saat band ini dibentuk akhir 2013, yakni Ade Perdana W (vokal), Komang Dedy Kurniawan (gitar) dan Putu Dita Indra Pratama Kader alias didit (drum). Mengusung musik rock alternatif, mereka bertiga mencoba hadir dengan template musik yang tidak mengikuti selera pasar sebelumnya, di mana Dedy dan Didit pernah main bersama di Artmosptphere, dan Ade pernah memperkuat grup Cap Kera.

Nama Remember The Rain yang sempat disingkat menjadi RTR dan sekarang menjelma Remthera, dicetuskan oleh Dedy kemudian disepakati  kedua personel lainnya dengan alasan yang cukup puitis. Gegara mereka suka hujan dengan aroma patrichor-nya,  denting hujan yang bersahutan menyentuh genting, dan hujan memberikan waktu untuk merenung lebih dalam, membawa  penikmatnya terlena dalam-dalam.

Sepanjang kiprahnya, band ini sempat mengalami pasang surut baik dalam aktivitas bermusik maupun rekaman. Selepas rilis mini album “Diam, Dengar, Rasakan” akhir 2014, mereka baru muncul kembali dengan single “Used to Be” di tahun 2017, kemudian mengalami hiatus hingga baru pertengahan 2020 ini mereka unjuk karya lagi lewat dan “Pagi dan Hujan”. (231)

About the author