Hidup Baru, Harapan Baru dari Arya

Arya Bayu Mantara

LAMA tidak merekam karya musik sendiri, gitaris Arya Bayu Mantara kembali dengan satu mini album yang diberi judul “New Life, New Hope”. Hidup baru, harapan baru, itulah yang ingin disampaikan Arya lewat instrumental garapannya kali ini. Album ini sudah mulai diperdengarkan ke publik sejak 10 Mei lalu.

“Album ini adalah kumpulan karya saya di tahun 2020. Pproses penggarapannya termasuk cepat, kurang lebih hanya 1 bulan. Konsepnya masih guitar Music, sedangkan genre-nya campur, ada rock n’ roll, funk fusion, bossanova, jazz, juga world music dan etnik,” jelas Arya kepada mybalimusic.com.

Ada lima nomor yang terangkum di album “New Life, New Hope”, yakni The Boy and Rock n Roll, Chicken Soup, Full Moon, Dance of Mahalakshmi, dan Bhatara Guru. Ini menjadi karya ke-4 Arya setelah “The Art of Rock” (2008), “Musicology”(2010), dan “Electric Land” (2013). Seperti karya sebelumnya, Arya menuntaskan semua proses di studio kecil milknya yang selain digunakan untuk merekam karya juga mengajar les gitar.

“Saya senang sekali akhirnya bisa kembali membuat rekaman meskipun hanya mini album, karena sudah lama sekali saya tidak membuat album. Selama tujuh terakhir paling saya hanya membuat beberapa single, dan baru sekarang saya bisa merampungkan mini album,” ujar musisi kelahiran 1 Agustus 1984 ini.

Lahir dari keluarga yang memiliki hobi dan bermain musik, Arya sudah terbiasa menyimak beragam jenis musik sejak kecil terutama classic rock dan jazz. Awalnya ia mulai belajar musik dengan main pianor sejak masih kanak-kanak. Ketertarikan dan konsentrasinya ke gitar muncul saat remaja, ketika orangtuanya memberikan hadiah gitar akustik.

Dalam bermain gitar, Arya mengaku terpengaruh oleh permainan gitaris kenamaan seperti Joe Satriani, Paul Gilbert dan Steve Vai. Ia pun mulai mempelajari lagu-lagu sejumlah band terkenal, hingga kemudian beguru pada gitaris rock Mahendra juga gitaris jazz Ermy Usman di Jakarta, juga sempat juga menimba ilmu dari musisi Jazz Bali, Koko Harsoe. Berbekal pengetahuan dan pengalaman yang didapatkan itulah mulai mengembangkan permainan, hingga 2004 memutuskan untuk bersolo karier dan menggarap sejumlah komposisi musik gitar. (231)

Arya Bayu Mantara

About the author