Hydra Berkumpul dan Berkarya Lagi

Hydra Evolution, dari kiri ke kanan: Wah, Taufiq, Wis, Deny, dan Zio

GRUP musik Hydra muncul lagi. Menggunakan nama baru Hydra Evolution, mereka berkarya lagi. Hasilnya, “Sendiri”, satu lagu lama mereka digarap ulang dengan aransemen baru. Di tengah situasi pandemi Covid-19, rekaman dilakukan jarak jauh secara terpisah oleh masing-masing personel.

The Hydra yang memainkan musik rock dibentuk di Denpasar tahun 1999 dengan target turut mewarnai musik nasional. Matang di berbagai ajang kompetisi musik, mereka sempat masuk dapur rekaman nasional dan mengisi album kompilasi Indie Ten 2 produksi Sony Music Indonesia. Sayangnya grup ini tak berlanjut lama, karena 2003 personelnya, Taufiq (vokal), Zio (bass), Deny (drum), Wah (keyboard) dan Wis (gitar) membubarkan diri dan terlibat di grup musik lainnya.

“Awak Maret lalu kami memutuskan untuk kembali berkomunikasi dan menjalin hubungan karya tanpa ikatan dengan sempurna,” ujar Wah, keyboardist Hydra Evolutions.

Dijelaskan, 17 tahun terpisah dan kini main bersana lagi, Hydra mengalami pendewasaan karakter, baik dari para musisi nya maupun karyanya. Tekadnya, menyajikan karya mereka yang berbasis rock dengan karakter yang jauh lebih orisinil dan kuat.

Pandemi Covid-19 bukan halangan untuk merilis satu karya dengan hasil rekaman yang optimal. Proses rekaman dilakukan secara penuh di rumah masing- masing selama masa penerapan social distancing dan dilakukan di dua daerah berbeda, Bali dan Jogjakarta. Hal ini terjadi karena Taufiq sang vokalis saat ini berdomisili di Jogja.

Wah sangat memaklumi, sebagian personel Hydra sudah kuat dan lekat dengam grup masing-masing saat ini. Deny dan Zio main bersama Dialog Dini Hari, sedangkan Wis yang sempat mendukung The Hydrant, kini berkarya bersama The Eastbay. Namun project reuni Hydra Evolutions direncanakan setidaknya dua kali merilis rekaman secara digital. Setelah single “Sendiri” yang mulai dipublikasikan sejak 2 Mei lalu, mereka akan merampungkan mini album “Evolution” yang ditargetkan rilis akhir Juni mendatang.

“Mini album nanti diberi nama Evolution untuk merayakan dan menandakan perjalanan pendewasaan diri masing-masing personil yang membawa manfaat kembali ke dalam band khususnya dalam berkarya,” demikian Wah. (231)

About the author