Ujung Penantian, Harmonia Akhirnya Rekaman “Full Band”

Harmonia

ADA yang menarik dan berbeda dari grup musik pop Bali, Harmonia. Menandai kiprah 4 tahun di belantika musik, mereka merilis satu lagu baru yang berjudul “Ujung Penantian”. Lagu yang dirilis tepat Jumat 1 Mei ini tak hanya berbarengan dengan momen empat tahun Harmonia berkarya bersama. Lain dari itu, akhirnya Harmonia memutuskan untuk mencoba rekaman full band.

Selama ini, baik untuk rekaman maupun tampil di panggung, Harmonia lebih nyaman dan memilih untuk bermain akustik saja. “Ya kalau sekarang kami coba rekaman full band, ini semata karena kami ingin membuat nuansa yang berbeda dan fresh dari musik Harmonia sebelumnya,” ujar Dewa Krisna, vokalis Harmonia, di Denpasar, Jumat (1/5).

Kesempatan lebih banyak berdiam di rumah atau stay at home dimanfaatkan oleh personil Harmonia merampungkan proses rekaman terbaru mereka ini. Lagu yang diciptakan oleh Komang Arnawan dilengkapi dengan lirik yang dikerjakan bersama Gede Buana, Arnawan, dan Dewa Krisna. Proses mixing dan mastering dikerjakan di Key music studio, dan untuk pembuatan video klip menggandeng animator Dewa Mahardika.

“Semoga dengan rilis lagu ini dapat mendorong kami untuk tetap konsisten berkarya dan bisa menyelesaikan album ke-3 di tahun ini,” harap Dewa Krisna.

“Ujung Penantian” mengisahkan tentang besarnya perjuangan dan pengorbanan yang pada akhirnya disia-siakan. Kadang memang cinta tidak selalu berpihak pada yang tulus, kadang juga banyak orang memilih untuk meninggalkan pasangan yang mau berjuang dari awal, berkorban sepenuh hati untuk dirinya (dalam kondisi seadanya) dan malah memilih orang yang lebih mapan tanpa tahu kebenaran apakah orang mapan tersebut mampu tulus mencintainya.

“Apa yang banyak terjadi setelah orang patah hati? Galau, tidak ada arah tujuan dan kemungkinan terburuknya adalah bunuh diri. Pesan yang kami sampaikan di lagu ini adalah seberapa besarpun masalahmu, jangan pernah kau tanggung sendiri,” jelas Dewa Krisna.

Ditambahkan, sebagai mahluk sosial, kita bisa menceritakan permasalahan kita ke keluarga, sahabat untuk mencari solusi dan jalan terbaik. Jangan pernah memendam masalah sendirian karena kita tidak akan pernah tahu kapan hal negatif akan mendorong kita untuk bertindak yang bukan-bukan. “Intinya peran orang-orang terdekat sangatlah penting di saat seseorang merasa terpuruk,” pesannya.

Tentang videoi klip dengan konsep animasi, menurut Krisna salah satunya karena terbatasnya ruang dan waktu untuk menggarap video klip seperti biasanya. Selain itu di Bali belum begitu banyak vieo klip dengan model animasi seperti ini.

Harmonia yang didukung formasi Dewa Krisna (vokal), Dodit (gitar), Tude (bass), dan Wahyu (cajon/drum), pertama kali muncul di blantika musik pop Bali dengan merilis album “Bahagiaku itu Kamu” di awal 2017. Nama grup ini kian banyak dikenal setelah rilis album kedua, “Sehidup Semati” di awal tahun 2018, yang melejitkan duet “Sehidup Semati” bersama Rusmima Dewi. Sukses duet ini disusul dengan duet berikutnya, “Ragu” di pengujung 2018. Tahun 2018 lalu, untuk ketiga kalinya, Harmonia menggaet Rusmina Dewi di lagu “Saling Percaya” sebagai awal pengenalan untuk materi album ke-3 Harmonia nanti. (231)

About the author