“Kasmaran” di Tengah Pandemi Virus Corona

Jun Bintang

MERILIS karya di tengah pandemi virus Corona banyak dilakukan penyanyi dan musisi, baik lokal Bali, nasional, bahkan mancanegara. Kebanyakan merilis single atau video klip yang langsung diunggah melalui digital platform maupun media berbagi seperti YouTube.

Ada yang berbeda dari Jun Bintang, yang yang memutuskan untuk merilis satu album rekaman yang dirilis secara fisik berupa CD audio.

Begitulah, Jun baru saja melepas album berjudul “Kasmaran” akhir pekan lalu. Di luar dugaan, album yang diproduksi secara terbatas ini sudah banyak dipesan oleh penggemar maupun rekan sejawat, dan  sebanyak 200 keping laku terjual sebelum secara resmi diluncurkan.

Menariknya, album “Kasmaran” tidak sepenuhnya menampilkan lagu baru, melainkan semacam kompilasi dari single yang dirilis Jun bintang sejak 4 tahun terakhir. Tak heran kalau nyaris seluruh lagu di album ini sudah akrab di telinga penggemarnya, mulai dari lagu “Satya” dan “Sakit” duet bersama Thika Pagraky, ”Sayang”, “Kangen”, “Jodoh” duet bersama Lebry Partami,  “Bidadari”, “Sepi”, “Posesif”, “Setengah Mati”, “Kairis”,  “Kasmaran”, hingga “Merpati Ingkar Janji”.

Di luar itu Jun juga memasukkan kan tiga lagu yang dipopulerkan di Bintang, yakni “Bani Mati”,  “Sayonara Mata Aimasyo”  dan “Manis Manesin”. Keapa lagu ini juga disertakan, karena masih menjadi top request di setiap konser solo saya. Sekaligus menanggapi banyaknya permintaan agar ketiga ini turut dimasukkan ke album solo saya. Tentunya dengan aransemen baru atau sedikit diubah agar tidak sama persis dengan gaya di Bintang,” jelas Jun.

Keputusan untuk merilis album alam fisik rekaman bahkan digarap secara serius mulai dari cover maupun artwork, menurut Jun bukan sekadar gagah-gagahan. Lebih dari itu ia memenuhi target, keinginan untuk memiliki satu album solo, sesuatu yang diidam-idamkan sudah cukup lama.

“Bagi saya, dalam karier seorang musisi atau penyanyi, yang paling berharga adalah punya rekaman, peninggalan karya, dan rilisan dalam bentuk fisik menurut saya tetap perlu saat ini. Karena selain sebagai semacam bukti atau karya kita, juga bisa menjadi kenang-kenangan atau koleksi bagi penggemar. Saat ini memproduksi album bisa dilakukan secara lebih mudah, lebih  hemat dan dalam waktu yang singkat,” demikian Jun. (231)

About the author