Pandemi Covid 19, Musisi Berharap Semoga Baik-baik Saja

Made Aro

PROSES kreatif musisi Bali dalam menyikapi fenomena virus Corona terus berlanjut. Kali ini berita datang dari grup band JR 17 yang terinspirasi menggarap lagu berjudul “Pandemi” dan Made Aro yang merekam lagu”Semoga Baik-baik Saja”.

Made Aro mengatakan, tak pernah ada yang menduga situasi sekarang ini bisa terjadi. Siapa sangka roda perokonomian dan ruang gerak masyarakat kini dibatasi untuk mencegah hal terburuk terjadi. Bali yang selalu padat dengan aktivitas pariwisata seketika menjadi sepi dan sunyi. Di tengah situasi inila, Made Aro yang menjadi vokalis band The Rolic dan The Stroomz merilis lagu “Semoga Baik-Baik Saja”.

“Lagu ini tidak direncanakan, saya tulis saat karantina di rumah beberapa hari belakangan. Lagu ini mewakili doa dan harapan semua orang yang menginginkan segala sesuatunya dalam keadaan baik-baik saja, dan tentunya kita semua yang sedang jaga jarak bisa berkumpul kembali seperti sedia kala,” jelasnya.

Karena situasi, konsep video klip dibuat beda dan sederhana. Made Aro mengajak kawan-kawan di media social untuk berpartisipasi dengan mengirimkan video mereka di rumah dari smartphone masing-masing. Video tersebut kemudian digabung menjadi sebuah video kolase berisi pesan dan harapan positif dari mereka yang ikut berpartisipasi.

“Rencananya lagu ini akan didistribusikan secara digital. Apabila respon pendengar bagus, hasil dari penjualan digital akan didonasikan 100% untuk bantuan APD tenaga medis yang membutuhkan,” ujar Made Aro sembari berharap lagu ini bisa memancarkan energi positif untuk semuanya dan tentunya kita semua akan baik-baik saja.

Lagu yang idenya muncul dari wabah virus Corona juga digarap tiga sekawan Yuda, Agus dan Wid yang tergabung dalam grup band JR 17. Bagi grup ini, tiap kejadian sesungguhnya bisa mendorong ide kreatif, untuk menghasilkan karya yang menarik didengar dalam ungkapan lirik lagu yang sarat makna. Dari fenomena wabah Corona, mereka menghasilkan satu lagu baru berjudul “Pandemi”.

“Lagu kali ini sedikit berbeda dari lagu-lagu kami sebelumnya. Kalau sebelumnya kami membawakan lagu-lagu berbahasa daerah Bali, kali ini kami merilis lagu berbahasa Indonesia,” kata yuda, sang vokalis.

Dikatakan, melihat kondisi saat ini di mana banyak orang yang panik dan dihantui rasa takut akibat pandemi Covid19, sangat menarik untuk dituangkan menjadi sebuah lagu. Terlebih di tengah keinginan untuk selalu ingin eksis di dunia musik, social distancing tidak membuat mereka istirahat untuk berkarya. Ada keinginan untuk mempersembahkan sesuatu untuk tetap bisa menghibur walau situasi seperti sekarang.

“Lagu Pandemi ini menceritakan dunia sedang sakit setelah sekian lama dirusak, dikuras oleh penghuninya sendiri. So, dunia sekarang butuh waktu istirahat dengan banyaknya negara yang lockdown dan banyaknya aktivitas yang dikurangi bahkan diberhentikan sementara waktu,” jelas Yuda.

Pesan moral yang ingn disampaikan, pandemi ini juga menunjukkan bahwa yang kaya, miskin, tua muda, berkuasa, tidak berkuasa, semua takut menghadapinya. Pelajaran penting bahwa kita semua sebenarnya sama dan saling butuh pertolongan. Bahkan sejujurnya dunia butuh Mahakuasa atas semesta ini untuk memulihkan dan mengendalikannya. (231)

JR 17

About the author