Yan Ferry Masih Bertahan di Lagu Pop Bali

yan fery

Yan Fery

REDUPNYA pamor rekaman lagu pop Bali belakangan, mau tak mau membuat pelakunya berpikir keras untuk strategi agar bisa tetap bertahan. Tak sedikit pula yang banting stir, walau tak jauh-jauh dari  dunia musik juga. Salah satunya Yan Ferry, yang tetap bertahan di lagu pop Bali, hanya beda jalur. Belakangan lebih banyak bergerak untuk mengelola urusan pentas, mengkoordinir penyanyi pendatang baru, dan sesekali masih menyanyi juga.

“Kalau ditanya apa masih tetap ingin menyanyi dan rekaman, jelas masih. Hanya karena kondisi pasar dan trend sekarang berubah, ya tak bisa banyak berharap dari rekaman seperti dulu,” jelas Yan Ferry di sela-sela persiapan satu acara musik di kawasan Pecatu belum lama ini.

Yan Ferry mengaku sudah berpikir juga untuk mengeluarkan lagu baru, tapi formatnya kemungkinan bukan album solo lagi, tetapi “keroyokan” dengan beberapa penyanyi lain. Hanya kapan rencana ini akan mulai dilaksanakan, ia tidak mentargetkan secara pasti.

Terakhir kali, Yan Ferry muncul dalam satu album produksi Aneka Record dengan nama Trio Gaul bersama Pranajaya dan Yan Srikandi. Jejak kariernya berawal dari “penggembira”, mengikuti pentas penyanyi pop Bali kenamaan di akhir 90-an. Hingga lama-kelamaan ia mendapat kesempatan untuk mengisi acara sebagai penyanyi pembuka.

Nama pria kelahiran 14 Mei 1981 ini dikenal luas penikmat lagu pop Bali lewat lagu “Selingkuh” di tahun 2003. Menariknya, sejak itu Yan Ferry dikenal dengan lagu yang menampilkan tema dan lirik “nakal”. Ia pun selalu tampil dengan lagu-lagu ciptaan MGG (Manik Guna-guna) yang dirasakannya sudah sangat cocok diajak bekerja sama, termasuk di album “Penasaran” (2005), “Ketara” (2006), “Lek-lek Gerita” (2007) dan “Poligami” (2008). *231