Jomblo atau Berduaan Sama-sama ‘Hepi’, Jreeng …..

XXX, dari kiri ke kanan: Rah Mink, Rah Tu, dan Rah Tut

BAHAGIA itu milik semua orang, siapa saja yang menginginkan bisa bahagia. Mau yang masih sendirian, jomblo, atau mereka yang sudah berduaan, punya pasangan, semua sama-sama bisa hepi,  sama-sama berbahagia. Jreengg ….

Pesan itu muncul bukan dari seorang motivator juga bukan dari influencer di media sosial, tapi dari grup XXX. Ya, grup dengan punggawa utama Rah Tu, Rah Tut, dan Rah Mink ini mencoba mengangkat satu tema yang agak berbeda dari karya sebelumnya, satu tema yang lebih ringan dan dekat dengan keseharian. Pesan mana disampaikan lewat single terbaru XXX yang diberi judul “Jreeng”.

Kenapa jreeng? Kata ini memang muncul dari suara petikan gitar, yang biasa dipakai mengiringi lagu untuk menghibur diri atau bersenang-senang.

Malam minggu jreeng,…  Jak dadua jreeng….. Ane jomblo jreeng… Yuk semangat jreeng... / Malam minggu tiang jak dadua, ba ngelah tunangan ne ajak mediman / Jani ba laku, krana ba juari, ba ada anak luh ne nyayangin tiang…. Astungkara ba ngelah tunangan, jalanin hepi-hepi gen jani / Ane jomblo tetap magitaran, jreeng..”

Begitulah kutipan lagu “Jreeng…” yang diluncurkan bertepatan dengan momen Valentine Day, Jumat (14/2). Lagu ini menjadi bukti XXX serius untuk berkara lagi setelah cukup lama tak mengeluarkan rekaman baru. Sebelum ini, mereka mengumumkan ‘kebangkitan kembali’ dengan merilis “Aci Rah Pengangon”.

XXX yang dibetuk 2003, saat ini masih didukung personel Rah Tut, Rah Tu (vokal), Rah Mink (gitar), Rah Alit (drum), Angga (bass), dan Sila (keyboard/gitar). Di awal pemunculannya, grup yang personelnya sebagian besar adalah keluarga ini dikenal lewat lagu pop berbahasa Bali dengan sentuhan rap serta RnB. Meskipun belakangan mereka mencoba terbuka dengan pengaruh beragam jenis musik. Sepanjang kariernya, XXX telah merilis lima album, “Druwenang Sareng” (2003), “Jingkrak-Jingkrak” (2004), “Bikul Pisuh” (2006), “Sangut Delem” (2008), “Nak Bali” (2010), dan terakhir di tahun 2013 melepas album “Welcome to Bali.” (231)

About the author