Yessy Diana : Sedihnya Cinta Beda Keyakinan

Yessi Diana

ADA yang menarik dari Yessy Diana di bulan kasih sayang ini. Ia tak hanya membawakan tema berbeda yang mungkin agak “sensitif” dalam karya terbarunya. Lain dari itu, video klip lagunya yang berjudul “Tresna Beda Agama” banyak diminati viewer di chanel Youtube. Dalam dua hari sejak diunggah 12 Februari lalu,  viewer video ini sudah mendekati angka 40 ribu.

Menurut penyanyi asal Nusa Penida ini, lagu “Tresna Beda Agama” tercipta berdasarkan banyak kejadian di masyarakat, termasuk cerita dan pengalaman teman-temannya. Tak bisa dimungkiri, masalah keyakinan atau agama menjadi hal prinsip yang seringkali  dipermasalahkan oleh keluarga atau orangtua pasangan.

“Sejak lagu Jomblo Bagia, saya selalu kepikirana membuat lagu dengan tema yang kira-kira belum pernah atau jarang diangkat apalagi jadi judul. Kalau soal kasta misalnya, perbedaan derajat kan sudah sering. Nah, kalau cinta pasangan beda agama rasanya belum ada.

Jadi lagu ini saya ciptakan khusus untuk pasangan yang berbeda agama, entah apakah mereka bisa bersatu atau akhirnya harus terpisah,” jelas Yessy dalam perbincangannya dengan mybalimusic.com, Jumat (14/2).

“Tresna Beda Agama” bukan lagu ciptaan sendiri yang pertama Yessy nyanyikan. Di beberapa lagu sebelumnya termasuk “Wantah Beli”, Yessy juga menyanyikan lagu karya sendiri.

“Kalau jujur lebih nyaman dengan lagu ciptaan sendiri. Apalagi temanya agak beda ya, mungkin sudah ada yang pernah mengangkat soal cinta beda keyakinan, barangkali  saya yang tidak ngeh,” ujarnya sembari menambahkan, soal peluncuran lagu tanggal 12 Februari, sengaja agar bertepatan dengan seperti waktu rilis  hits-nya “Jomblo Bagia” dua tahun lalu.

Yessy Diana pertamakali memberanikan diri merilis rekaman pertamanya Agustus 2017, satu lagu berjudul “Pada Ngelahang”. Mendapat sambutan baik, ia pun melepas “Jomblo Bagia” Februari 2018, disusul “Bukti Tresna” September 2018, “Ngenehang” Mei 2019 dan “Wantah Beli”, Agustus 2019. Selain itu ia juga kerap membuat video cover song untuk penggemarnya. (231)

About the author